ELSINDO, DOGIYAI– Satuan Tugas (Satgas) Yonif 711/Raksatama menjadikan kebun rakyat sebagai penopang utama logistik di wilayah penugasan. Melalui aktivitas belanja langsung di Pasar Tradisional Ekemanida, Distrik Kamuu, Kabupaten Dogiyai, Papua Tengah, para prajurit tak hanya menjaga ketahanan logistik, tetapi juga mendorong perputaran ekonomi masyarakat lokal.
Personel Pos Moanemani Baru kini tidak lagi bergantung sepenuhnya pada pasokan logistik dari kota. Mereka rutin turun langsung ke pasar tradisional dan ladang warga untuk membeli berbagai kebutuhan dapur, mulai dari sayur sawi, umbi-umbian, hingga buah-buahan segar hasil panen petani setempat.
Danpos Moanemani Baru, Letda Inf Rangga Kusuma, menyebut langkah tersebut sebagai strategi “operasi dua arah” yang saling menguntungkan.
“Kalau kami andalkan logistik dari kota, perjalanannya jauh dan belum tentu segar sampai di sini. Dengan belanja langsung ke mama-mama pedagang, dapur pos tetap terisi bahan segar, dan yang paling penting, uangnya langsung berputar di masyarakat,” ujarnya, Senin (4/5/2026).
Menurutnya, selain memastikan kebutuhan gizi prajurit tetap terpenuhi dalam kondisi prima, kebijakan membeli hasil kebun warga tanpa tawar-menawar juga memberi dampak ekonomi yang signifikan bagi masyarakat.
Kehadiran prajurit TNI di pasar pun kini menjadi momen yang dinantikan. Mama-mama pedagang menyambut dengan antusias setiap kali seragam loreng terlihat, karena dagangan mereka hampir selalu habis diborong.
Kondisi ini memberi kepastian pasar bagi para petani, sehingga hasil panen tidak lagi terbuang sia-sia akibat minimnya pembeli. Senyum bahagia terlihat dari para pedagang yang merasakan langsung manfaat dari aktivitas tersebut.
Langkah Satgas Yonif 711/Raksatama ini menjadi bukti bahwa kehadiran TNI tidak hanya berfokus pada aspek keamanan, tetapi juga berkontribusi dalam menjaga stabilitas ekonomi dan kesejahteraan masyarakat di wilayah terpencil.
Dengan memanfaatkan potensi lokal, TNI turut membangun kemandirian logistik berbasis masyarakat serta memperkuat hubungan kepercayaan antara prajurit dan warga di tanah Papua.(**)
















