ELSINDO, PALU– Capaian rapor pendidikan Kota Palu menunjukkan tren positif dari tahun ke tahun. Pemerintah Kota Palu melalui Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) berhasil meningkatkan berbagai indikator mutu pendidikan, terutama pada aspek literasi yang kini menjadi salah satu yang tertinggi di Sulawesi Tengah.
Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Palu, Hardi, mengungkapkan bahwa capaian rapor pendidikan Kota Palu mengalami peningkatan signifikan sejak 2023.
“Kalau kita lihat, tahun 2023 itu berada di angka 59 persen, kemudian naik menjadi 69 persen, lalu 75 persen, dan saat ini berada di angka 74 persen. Walaupun ada beberapa indikator yang turun, tetapi untuk bidang literasi kita termasuk yang tertinggi,” ujar Hardi, di ruang kerjanya, Rabu, 20 Mei 2026.
Menurutnya, peningkatan tersebut merupakan hasil kerja bersama seluruh pihak, mulai dari guru, kepala sekolah, hingga jajaran Dinas Pendidikan.
Hardi menjelaskan, rapor pendidikan disusun berdasarkan sejumlah indikator penting, seperti literasi, numerasi, survei karakter, survei lingkungan belajar, inklusivitas, keamanan sekolah, hingga kualitas pembelajaran.
Untuk meningkatkan capaian tersebut, Disdikbud Kota Palu menerapkan perencanaan berbasis data. Setiap satuan pendidikan diwajibkan menganalisis rapor pendidikan masing-masing, mengidentifikasi kekurangan, lalu menyusun langkah perbaikan yang tepat.
“Data dari rapor pendidikan kita analisis, kemudian kita tentukan intervensi dan aksi yang harus dilakukan. Inilah yang disebut perencanaan berbasis data,” jelasnya.
Selain fokus pada mutu pendidikan, Disdikbud juga berupaya menuntaskan persoalan Anak Putus Sekolah (APS). Pendataan dilakukan secara menyeluruh dengan melibatkan operator sekolah, operator kelurahan, serta bekerja sama dengan Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil.
“Tidak ada pembiaran terhadap anak putus sekolah. Kalau masih usia sekolah, kita kembalikan ke sekolah. Jika usianya sudah melewati batas, kita arahkan ke PKBM agar tetap bisa menyelesaikan pendidikan,” tegas Hardi.
Ia menambahkan, keberhasilan sektor pendidikan turut berkontribusi besar terhadap tingginya Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Kota Palu. Saat ini, IPM Kota Palu mencapai 84,53, jauh di atas rata-rata nasional yang berada di angka 75,80.
“Di Pulau Sulawesi, hanya ada tiga daerah dengan IPM tertinggi, yakni Kendari, Makassar, dan Kota Palu. Ini menunjukkan pendidikan kita berada di jalur yang sangat baik,” katanya.
Hardi berharap capaian tersebut dapat menjadi inspirasi bagi daerah lain untuk terus meningkatkan kualitas pendidikan demi menciptakan sumber daya manusia yang unggul dan berdaya saing. (**)
















