ELSINDO, PALU – Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Palu, Hardi, menargetkan pendidikan di ibu kota Sulawesi Tengah itu berkembang menuju standar global melalui transformasi digital, peningkatan kompetensi guru, dan program magang internasional bagi kepala sekolah.
“Saya ingin membawa pendidikan Kota Palu ke arah pendidikan global,” kata Hardi, di ruang kerjanya, Rabu, 20 Mei 2026.
Salah satu langkah strategis yang telah dilakukan adalah menjalin kerja sama dengan Google melalui program Google for Education. Kerja sama ini telah berlangsung hampir dua tahun.
Menurut Hardi, sebanyak 48 sekolah di Kota Palu telah mengikuti pelatihan teknologi pendidikan berbasis kecerdasan buatan, termasuk penggunaan Google Gemini, AI, dan Canva.
“Sudah hampir seribu guru mengikuti pelatihan. Mereka kini mulai memahami pembelajaran berbasis digital,” ujarnya.
Tak hanya itu, Disdikbud Kota Palu juga meluncurkan program Magang Kepala Sekolah ke luar negeri. Program ini ditujukan bagi kepala sekolah berusia maksimal 35 tahun agar ilmu yang diperoleh dapat diterapkan dalam jangka panjang.
“Kami ingin kepala sekolah yang masih produktif dan memiliki waktu panjang untuk mengimbaskan ilmu kepada guru-guru di sekolahnya,” jelas Hardi.
Untuk memperkuat kualitas pembelajaran, Disdikbud juga mengaktifkan kembali komunitas belajar seperti Kelompok Kerja Guru (KKG), Musyawarah Guru Mata Pelajaran (MGMP), dan Kelompok Kerja Kepala Sekolah (K3S).
Menurut Hardi, forum-forum tersebut menjadi ruang penting bagi guru untuk berbagi pengalaman, memecahkan persoalan pembelajaran, serta meningkatkan kompetensi profesional.
“KKG, MGMP, dan K3S harus berjalan aktif. Di sana guru dapat berdiskusi tentang metode pembelajaran, materi yang sulit, hingga strategi meningkatkan hasil belajar siswa,” katanya.
Selain itu, Disdikbud akan menerapkan perjanjian kinerja dengan seluruh kepala sekolah agar setiap satuan pendidikan memiliki target yang jelas dalam meningkatkan mutu pendidikan.
“Kalau capaian literasi sekolah tahun ini masih rendah, maka tahun depan harus meningkat. Semua kepala sekolah harus punya komitmen terhadap hasil,” tegasnya.
Hardi optimistis berbagai inovasi yang dilakukan akan membawa pendidikan Kota Palu semakin maju dan mampu bersaing di tingkat nasional maupun internasional.(**)
















