ELSINDO, MORUT- Komisi III DPRD Kabupaten Morowali Utara menggelar Rapat Dengar Pendapat (RDP) bersama sejumlah pihak terkait persoalan pelayanan air bersih di Kecamatan Petasia, Senin (15/6/2026).
RDP yang berlangsung di Ruang Rapat Komisi III DPRD Morowali Utara tersebut merupakan tindak lanjut sekaligus evaluasi atas rapat sebelumnya pada 4 Juni 2026, terkait dugaan tercemarnya sumber air bersih masyarakat akibat aktivitas pembukaan lahan perusahaan di sekitar Intake SPAM IKK Petasia.
Rapat dipimpin Ketua Komisi III DPRD Morowali Utara, Helen, SE, dan dihadiri anggota DPRD, unsur kepolisian, Dinas PUPRPKPD, UPTD SPAM Petasia, Dinas Lingkungan Hidup, BPBD, Pemerintah Kecamatan Petasia, Pemerintah Kelurahan Kolonodale, perwakilan perusahaan PT Halmahera Internasional Resources (HIR), PT Sumber Permata Selaras (SPS), PT Sumber Swarna Pratama (SSP), serta perwakilan masyarakat.
Dalam rapat tersebut, seluruh pihak menyepakati sejumlah langkah penanganan yang terbagi dalam solusi jangka pendek dan jangka menengah untuk memastikan kebutuhan air bersih masyarakat tetap terpenuhi.
Untuk solusi jangka pendek, PT Halmahera Internasional Resources (HIR) menyatakan kesiapannya menanggung penambahan tandon air, water tank, dan tower di tiga kelurahan, yakni Kolonodale, Bahontula, Bahoue, serta Desa Ganda-Ganda.
Sementara itu, PT Sumber Permata Selaras (SPS) dan PT Sumber Swarna Pratama (SSP) masing-masing akan menyediakan 10 unit tandon air beserta towernya dengan kapasitas 1.200 liter.
Selain bantuan sarana air bersih, solusi jangka menengah yang disepakati yakni Dinas PUPRPKPD Kabupaten Morowali Utara akan melakukan maintenance Intake SPAM IKK Petasia selama satu bulan, yang dimulai pada Rabu (17/6/2026).
Seluruh biaya operasional perbaikan tersebut akan ditanggung oleh PT HIR sesuai Rencana Anggaran Biaya (RAB) yang telah disepakati.
Dinas PUPRPKPD juga akan menyusun perencanaan pembangunan pipanisasi dan intake baru sebagai langkah pencegahan agar persoalan serupa tidak kembali terjadi di masa mendatang. Selain itu, akan dibentuk Kelompok Kerja (Pokja) Percepatan Perbaikan Sarana Air Bersih SPAM IKK Petasia yang melibatkan masyarakat sebagai bentuk pengawasan dan partisipasi publik.
Ketua Komisi III DPRD Morowali Utara, Helen, SE, mengatakan hasil RDP tersebut merupakan bentuk komitmen bersama dalam mencari solusi atas persoalan air bersih yang dikeluhkan masyarakat.
“Hari ini kami dari DPRD melakukan RDP dengan pihak perusahaan dan OPD terkait masalah air bersih. Ada beberapa keputusan yang diambil, di antaranya pihak perusahaan SPS, SSP, maupun PT HIR akan memberikan bantuan masing-masing 10 tandon air beserta tower dengan kapasitas 1.200 liter,” ujar Helen.
Selain itu, kata Helen, akan dilakukan pembersihan dan perbaikan intake serta instalasi pengolahan air yang pembiayaannya akan ditanggung oleh PT HIR.
Sementara itu, KTT PT HIR, Bekti Wahyu, menyampaikan komitmen perusahaan untuk turut bertanggung jawab terhadap kondisi masyarakat di sekitar wilayah operasional.
“Apapun yang terjadi terhadap masyarakat, perusahaan harus ikut serta dan mengambil bagian dalam tanggung jawab. Bukan hanya ketika ada persoalan baru bergerak, tetapi kami selalu berusaha memberikan yang terbaik untuk masyarakat,” ungkapnya.
Menurutnya, aktivitas perusahaan harus memberikan manfaat dan tidak menimbulkan dampak negatif bagi masyarakat sekitar.
“Bagaimanapun kami bekerja dan menjalankan usaha di daerah ini, masyarakat juga jangan sampai terdampak dari kegiatan kami. Harus ada hubungan yang baik antara masyarakat dan perusahaan,” tambahnya.
Dalam rapat tersebut, seluruh pihak juga menyepakati bahwa Berita Acara Rapat tanggal 18 Maret 2025 tetap menjadi rujukan dan wajib dilaksanakan oleh seluruh pihak terkait.
Dengan adanya kesepakatan ini, DPRD berharap seluruh pihak segera menjalankan tanggung jawab masing-masing agar pelayanan air bersih bagi masyarakat Kecamatan Petasia dan sekitarnya dapat kembali berjalan optimal.













