ELSINDO, PALU – Dalam upaya memperkuat sinergi antara pemerintah daerah, perbankan dan dunia usaha, BTN bersama Perumda Kota Palu dan APINDO Sulawesi Tengah mendorong kolaborasi melalui Business Matching sebagai langkah untuk membuka peluang investasi dan pengembangan bisnis baru di Kota Palu.
“Kolaborasi ini menjadi bagian dari upaya bersama dalam mempertemukan berbagai potensi usaha dan aset Perumda Kota Palu dengan jaringan pelaku usaha, investor, supplier, developer, UMKM hingga potential off-taker, sehingga peluang yang ada dapat dikembangkan menjadi kerja sama bisnis yang konkret dan berkelanjutan,” ujar Branch Manager BTN Palu Herry Gerald Talupun, Rabu (26/8/2026).
Dalam ekosistem tersebut, ia mengungkapkan bahwa Perumda Kota Palu berperan sebagai business aggregator yang mengidentifikasi potensi usaha, aset maupun proyek yang dapat dikembangkan.
“Sedangkan, APINDO Sulawesi Tengah menjadi strategic business partner yang membuka akses terhadap jaringan pelaku usaha dan investor, sementara BTN mengambil peran sebagai financial enabler dan business connector dengan dukungan jaringan nasabah serta solusi pembiayaan dan layanan transaksi perbankan sesuai kebutuhan dan kelayakan usaha,” ungkap Herry Gerald Talupun.
“Sejumlah sektor potensial dapat dikembangkan melalui kolaborasi ini, mulai dari perdagangan, properti dan optimalisasi aset, pangan dan perikanan, UMKM, hingga berbagai proyek investasi dan pengembangan kawasan komersial yang memiliki nilai ekonomi bagi Kota Palu,” ujarnya menambahkan.
*Dari Business Matching Menuju Business Execution*
Menurutnya,Business Matching diharapkan tidak berhenti pada forum pertemuan dan pertukaran informasi. Selain itu, setiap peluang bisnis yang teridentifikasi akan didorong untuk masuk ke tahap business execution, mulai dari pemetaan potensi, pencarian mitra yang tepat, penyusunan skema kerja sama, kajian kelayakan hingga implementasi proyek.
“Melalui pola tersebut, kolaborasi antara Perumda, BTN dan APINDO diharapkan dapat menciptakan new business opportunity dan new revenue stream bagi Perumda sekaligus membuka pasar dan peluang investasi baru bagi pelaku usaha di Sulawesi Tengah,” jelasnya.
Sementara BTN juga dapat memberikan dukungan melalui berbagai solusi perbankan, mulai dari transaction banking, cash management, digital payment, pembiayaan modal kerja maupun investasi, yang tentunya disesuaikan dengan kebutuhan serta kelayakan masing-masing bisnis.
*Membangun Ekosistem Bisnis Kota Palu*
Branch Manager BTN Palu Herry Gerald Talupun, mengatakan saat ini zamannya telah terkoneksi antara satu dengan yang lainnya. Untuk itu, dibutuhkan sinergi dalam sebuah ekosistem yang saling mendukung dengan tujuan memberi dampak positif yang bisa dirasakan masyarakat.
“Kita tidak bisa berjalan sendiri semuanya harus bersinergi dalam sebuah ekosistem yang saling menguntungkan, tujuannya adalah bagaimana kita bisa berkolaborasi yang bertujuan memberi dampak positif yang bisa dirasakan masyarakat. Kolaborasi ini diharapkan memberikan multiplier effect yang lebih luas bagi perekonomian daerah, mulai dari optimalisasi aset dan potensi usaha Perumda, peningkatan aktivitas transaksi, terbukanya peluang investasi, perluasan pasar bagi pelaku usaha dan UMKM, hingga penciptaan aktivitas ekonomi baru,” katanya.
Ke depan, Herry Gerald mengaku bahwa BTN bersama Perumda Kota Palu dan APINDO Sulawesi Tengah dapat mengembangkan agenda “Palu Business Matching Forum”, yang secara berkala mempertemukan berbagai potential project dengan investor, pengusaha, supplier maupun off-taker yang memiliki kebutuhan dan kepentingan bisnis yang saling melengkapi.
“Kolaborasi tiga pihak tersebut diharapkan menjadi salah satu model sinergi antara BUMD, perbankan dan dunia usaha dalam mempercepat pengembangan potensi ekonomi daerah. Melalui semangat tersebut, Business Matching diharapkan tidak hanya menghasilkan pertemuan, tetapi melahirkan transaksi, investasi, kerja sama bisnis dan sumber pertumbuhan ekonomi baru bagi Kota Palu dan Sulawesi Tengah,” harapnya. (FA)
















