ELSINDO, DONGGALA- Dengan kolaborasi antara Banyan Tree Global Foundation (BTGF) dan Ikatan Sarjana Kelautan Indonesia (ISKINDO), telah direalisasikan Bantuan kepada Masyarakat Pegiat Wisata Kabupaten Donggala, Sulawesi Tengah, tepatnya di Pantai Wisata Pendidikan Pesisir/Pantai Baturoko, Desa Lalombi Kecamatan Banawa Selatan, Kamis 10 November 2022.
“Bantuan wisata Program Pengembangan Wisata Berbasis Masyasakat yang sudah berjalan sejak Agustus 2022 berupa, Rumah Peneluran penyu, Perahu Wisata, Gazebo, Gebang Wisata, Pagar Pengaman, Alat Produksi Pengolahan Mangrove, Bak Sampah, Life Jaket dan KJA Wisata,” terang Koordinator Lapangan Program, Sulaiman Nasir, sekaligus perwakilan dari ISKINDO.
Dia menambahkan, selain bantuan fisik dalam rangka peningkatan kapasitas kelompok, pelaku wisata dalam program ini juga diberi Pelatihan Manajemen dan Pelayanan Wisata serta FGD dengan narasumber dari Dinas Pariwisata Kab. Donggala, akademisi dan Perwakilan Banyan Tree Bintan Resort.
Kegiatan yang dihadiri Bupati Donggala yang diwakili Kepala Dinas Pariwisata, Ketua DPR Kab Donggala, Universitas Tadulako, Tokoh Masyarakat dan Pelaku Usaha Wisata Berbasis Masyarakat. Mewakili Pemkab Donggala, Kepala Dinas Pariwisata, Muhammad, mengaku Pemerintah Daerah dan masyarakat tentunya sangat mengapresiasi langkah Banyan Tree ini.
“Terimakasih kepada Banyan Tree dan ISKINDO atas perhatiannya kepada Masyarakat kami di Donggala Terutama Pelaku Usaha,” ucapnya.
Renald Yude selaku Koordinator Pelaksana Program dari Banyan Tree Global Foundation menyampaikan selain Serah terima Bantuan Banyan Tree juga menggelar Acara Talk Show Pariwisata Berkelanjutan yang diikuti oleh masyarakat pelaku wisata, mahasiswa dan tokoh masyarakat Desa Lalombi.
Dihadirkan Narasumber dari Akademisi Jurusan Manajemen Bisnis UNTAD, Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Donggala dan Banyan Tree sendiri sebagai Donor sekaligus Pelaku Usaha dibidang Wisata.

“Kami berharap apa yang kami lakukan dalam manajemen dan pelayanan wisatawan dapat kami tularkan kepada masyarakat Donggala agar mampu berdaya saing dan meningkatkan PAD Kab. Donggala sebagai penyangga wisata di sekitar Kota Palu yang sejalan dengan tagline Donggala Kota Wisata,” tuturnya.
Renald mengungkapkan kegiatan merupakan program bantuan tahap ketiga pasca bencana Sulteng. Untuk kali ini fokus untuk membantu pengembangan pariwisata berkelanjutan.
“Artinya pariwisata yang tidak hanya menargetkan pada jumlah kunjungan wisata, tapi memperhatikan pelestarian lingkungan, ekonomi untuk masyarakat, memperhatikan budaya, serta tata kelola pariwisata,” ungkap Ronald.
Bantuan yang diberikan berupa peralatan dan pengembangan kapasitas untuk masyarakat yang menunjang pariwisata berkelanjutan amtara lain perahu wisata, life jacket dan peralatanya lainnya untuk wisata bahari, kegiatan kemah lingkungan untuk siswa, pelatihan hingga talk show.
Harapannya program ini dapat berdampak luas dirasakan lama oleh masyarakat. Bisa menjadi model kerja sama praktisi, akademisi yang didukung oleh pemerintah setempat untuk mengembangkan pariwisata berkelanjutan.
Ini sekaligus langkah agar generasi muda di Donggala mulai diperkenalkan tentang pentingnya pelestarian lingkungan untuk menunjang pariwisata berkelanjutan.
Diharapkan pulan program ini dapat terus berkelanjutan yang tentunya tidak terlepas dari semangat kelompok serta selalu menerapkan Sapta Pesona serta sperti yg disampaikan pada FGD kemaren jangan lupa 3 S (Senyum, Salam, Sapa) yang akan membuat tamu nyaman dan ingin kembali lagi. Masyarakat yang hadir dilokasi turut merespon positif bantuan yang diberikan.
“Terimakasih Banyak atas program pengembangan wisata berbasis masyarakat yang kami terima. Ini merupakan mimpi kami yang sudah lama untuk bisa membangun fasilitas wisata di Pantai Baturoko. Semoga Kami terus diperhatikan dan dibimbing oleh pemerintah dan Banyan Tree supaya kami juga bisa dikunjungi Wisatawan luar negri,” harap Kasna selaku Ketua Kelompok KTM Baturoko.

Sementara itu, Henry Singer selaku Cluster Coordinator Banyan Tree Hotel & Resort yang juga Sustainability Manager Banyan Tree Bintan Resort menyebut Bantuan BTGF untuk Palu – Donggala, pasca Tsunami sejak 2019 – sekarang sempat terhenti akibat covid-19.
Bantuan dibagi menjadi 3 tahap : 1) Psychosocial, 2) Pemulihan Ekonomi Nelayan, 3) Pariwisata berkelanjutan
lebih dari 1.000 orang yang terlibat dan memperoleh manfaat dari program ini di Palu, Sigi dan Donggala.
“Bantuan BTGF – ISKINDO masih dirasakan manfaatnya hingga sekarang, seperti kendaraan untuk kebersihan, bantuan alat untuk kelompok UMKM perikanan dan perahu tangkap bagi kelompok nelayan,” tandasnya. (CHL)













