ELSINDO, PALU – Pada Triwulan II 2026, Bank Indonesia Perwakilan Sulawesi Tengah mencatatkan transaksi QRIS di wilayah Sulteng dengan jumlah mencapai 41,00 juta atau tumbuh sebesar 348% secara year on year (yoy).
Kepala Perwakilan Bank Indonesia Sulawesi Tengah, Muhammad Irfan Sukarna mengatakan untuk jumlah transaksi pada triwulan II ini juga lebih besar dibandingkan total transaksi tahun 2025 secara kumulatif (37,80 juta transaksi).
“Tren ini menunjukan bahwa masyarakat Sulawesi Tengah antusias dalam mengadopsi pembayaran digital menggunakan QRIS,” kata Muhammad Irfan Sukarna, Kamis (2/7/2026).
Sejalan dengan transaksi, ia berujar pengguna QRIS juga mengalami pertumbuhan pada Triwulan II 2026 dengan tumbuh 16,00% year on year (yoy) atau mencapai kurang lebih sebanyak 400 ribu pengguna.
“Adapun Merchant QRIS pada Triwulan II 2026 mencapai 340,29 ribu merchant, tumbuh 36,69% (yoy). Tren yang positif ini mendukung terciptanya ekosistem digital di Sulawesi Tengah,” ujarnya.
Diungkapkan, Sulawesi Tengah juga merupakan daerah dengan jumlah merchant terbanyak ketiga di area Sulawesi, Maluku, Papua (Sulampua). Dengan jumlah yang mencapai 340 ribu merchant, Sulawesi Tengah merupakan wilayah dengan merchant terbanyak setelah Sulawesi Selatan dan Sulawesi Utara.
“Mayoritas merchant QRIS di Sulawesi Tengah adalah merchant Usaha Mikro. Dengan 79%, usaha mikro mendominasi pangsa merchant QRIS di Sulawesi
Tengah,” sebutnya.
Sementara Kota Palu mendorong pertumbuhan transaksi QRIS di
Sulawesi Tengah. Secara year to date (ytd) atau dari Januari 2026 hingga Mei 2026), jumlah transaksi QRIS di Sulawesi Tengah mencapai 41,00 juta transaksi. Di mana 17,09 juta atau 41,68% berasal dari Kota Palu.
Selain itu, Kabupaten Morowali menjadi wilayah tertinggi ke dua di Sulawesi Tengah untuk transaksi QRIS dengan jumlah 5,11 juta transaksi atau 12,46% dari keseluruhan. Disusul Kabupaten Banggai menyumbang 3,57 juta transaksi atau 8,71% dari keseluruhan. Hal tersebut menunjukan bahwa akseptasi digital berkembang pesat tidak hanya di daerah urban namun juga di wilayah lainnya di Sulawesi Tengah. (FA)














