ELSINDO, PALU – Perusahaan Umum Badan Urusan Logistik (Perum Bulog) Kantor Wilayah Sulawesi Tengah Badan Perakitan dan Modernisasi Pertanian ( BRMP) Sulteng menjalin koordinasi terkait dengan pencatatan harga gabah, padi, dan jagung di tingkat produsen, Jumat (20/2/2026).
Pemimpin Wilayah Bulog Sulteng, Jusri mengatakan bahwa koordinasi ini untuk memastikan stabilitas harga pangan ke petani. Menurutnya, langkah tersebut juga bertujuan menjamin hasil panen petani yang akan terserap maksimal dengan harga yang menguntungkan.
“Ini merupakan langkah preventif menjelang musim panen di bulan Maret nanti. Sebab peran BRMP Sulteng dalam memantau pergerakan harga komoditas pangan di tingkat petani sangat kita diharapkan bersama, ” ujar Jusri.
Jusri mengaku sinergi ini juga mendukung target Bulog Sulteng untuk melakukan penyerapan beras lokal kurang lebih sebanyak 11.300 ton dan jagung 3.300 ton pada tahun 2026. Selain itu, kolaborasi ini sejalan dengan upaya pemerintah pusat.
“Terutama dalam mengawasi stabilitas harga pangan dan mengendalikan harga di tingkat produsen/petani agar tidak jatuh. Kunjungan ini menegaskan sinergi lintas lembaga guna memperkuat ketahanan pangan di wilayah Sulteng,” katanya.
Ia menilai, dibutuhkan sosialisasi dan edukasi kepada petani yang menjadi hal sangat penting agar mereka memahami manfaat menjual hasil panen dalam bentuk gabah. Sosialisasi tersebut tidak hanya melibatkan Bulog, tetapi juga berbagai pihak terkait.
“Ini masih perlu sosialisasi kepada petani dan tidak bisa hanya dilakukan oleh Bulog. Pemerintah daerah, TNI, Polri serta para penyuluh pertanian juga perlu dilibatkan dalam upaya sosialisasi penyerapan gabah petani,” pungkasnya. (FA)
















