ELSINDO, PALU – Perusahaan Umum Bulog Kantor Wilayah (Kanwil) Sulawesi Tengah telah melakukan sejumlah langkah-langkah strategis untuk menyerap komoditi jagung di sentra-sentra serapan di seluruh Sulteng.
“Kita punya target 5.200 ton jagung di Sulawesi Tengah,” kata Pemimpin Wilayah (Pimwil) Bulog Kanwil Sulteng, Elis Nurhayati, Rabu (21/5/2025).
Pimwil Elis menjabarkan, saat ini, panen komoditi jagung belum merata. Pada awal Juni, lanjutnya, kemungkinan besar sudah banyak panen-panen petani yang bisa diserap.
“Memang saat ini belum terlalu massif panen jagung di Sulteng, kemungkinan baru mulai Juni, jadi kita tetap lakukan persiapan juga,” katanya.
Pada saat kunjungan ke sentra serapan di sejumlah daerah di Sulteng, Bulog Sulteng juga mulai melakukan sosialisasi tentang program pemerintah soal swasembada jagung. Hal itu diharapkan dapat memberikan referensi petani agar menjual hhasil panennya kepada Bulog.
“Kita sudah menyampaikan terkait penyerapan jagung ini ke petani,” ungkapnya.
Selain itu, Bulog Kanwil Sulteng juga berkomitmen untuk menyerap hasil panen dari program tanam jagung serentak yang diinisasi oleh Polri. Saat ini, sudah ada beberapa informasi melalui surat resmi dari Polri agar Bulog menyerap hasil panen program itu.
“Kalau beras kita dibantu TNI, kalau komoditi jagung ini dari Polri yang bersinergi, ada program penanaman jagung mereka. Kita sudah ada beberapa juga dari Polres yang memang bersurat ke kita, menginformasikan kepada kita bahwa mereka akan melakukan panen,” kata dia.
“Insyaallah kita siap untuk melakukan penyerapan itu,” ujar Pimwil Elis menambahkan.
Untuk diketahui, Bulog Sulteng saat ini memiliki kapasitas gudang penampungan pangan cukup mempuni. Total kapasitasnya 54.000 ton yang tersebar di Kanwil dan cabang-cabang di kabupaten di Sulteng. (FA)















