ELSINDO, SIGI- Dokumen resmi Pemerintah Kabupaten Sigi, Sulawesi Tengah, terkait permohonan bantuan penanganan jembatan ditemukan menjadi pembungkus nasi pecel di kawasan Kuningan, Jakarta Selatan.
Dokumen itu viral setelah seorang warganet mengunggah fotonya di media sosial.
Steven, pekerja kantoran di kawasan Rasuna Said, mengaku kaget saat mengetahui kertas pembungkus nasi pecel yang dibelinya ternyata surat resmi dari Bupati Sigi.
Nasi tersebut dibelinya dari pedagang di sekitar kantornya di kawasan Kuningan, Setiabudi, Jakarta Selatan, Kamis (1/10/2026) pagi.
Steven kemudian memotret dokumen tersebut sekitar pukul 08.34 WIB dan mengunggahnya ke platform Threads. Ia mempertanyakan bagaimana surat resmi pemerintah daerah bisa berakhir menjadi pembungkus makanan.
Dokumen itu bertanggal 2 Juli 2026 dan ditujukan kepada Menteri Pekerjaan Umum. Surat bernomor 600/5/126.03/PUTRI/2026 tersebut berisi permohonan bantuan penanganan Jembatan Rahmat-Palolo atau Jembatan Rahmat 1 di Kabupaten Sigi.
Pemkab Sigi meminta penanganan teknis karena jembatan mengalami sejumlah kerusakan. Di antaranya retak pada earthwall oprit dan parapet, kerusakan tiang pancang abutmen, gerusan sungai, serta kerusakan perkerasan aspal.
Dokumen asli itu memuat cap basah, paraf, dan tanda tangan Bupati Sigi Mohamad Rizal Intjenae.
Rizal mengaku sedih dan terkejut setelah mengetahui dokumen resmi tersebut ditemukan menjadi bungkus makanan di Jakarta.
“Saya sedih dan terkejut,” ujar Rizal.
Meski demikian, Rizal memastikan temuan dokumen fisik tersebut tidak menghentikan proses pengajuan anggaran untuk Jembatan Rahmat 1.
Menurut laporan Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (PUTR) Sigi, dokumen permohonan telah dipindai dan dikirim secara digital ke sistem Kementerian PU.
“Namun izinkan saya mengonfirmasi bahwa berdasarkan pengecekan Dinas PUTR Kabupaten Sigi, dokumen tersebut telah masuk, dipindai menjadi dokumen digital dan di-submit ke sistem Kementerian PU,” tulis Rizal dalam pernyataannya.
Rizal mengatakan Kementerian Pekerjaan Umum telah menindaklanjuti permohonan tersebut dengan melakukan survei ke lokasi Jembatan Rahmat 1.
Namun, Pemkab Sigi masih menunggu perkembangan terkait alokasi anggaran untuk penanganan jembatan tersebut.
Hingga kini, belum diketahui bagaimana dokumen fisik tersebut berpindah dari kantor pemerintah di Sigi hingga berakhir di warung nasi pecel di Jakarta Selatan. (**)













