Dinas Pendidikan Sulteng Fokus Tingkatkan Mutu SMA, 36 Sekolah Dapat Program Revitalisasi

Kepala Bidang Pembinaan SMA Dinas Pendidikan Sulteng, Abdul Rahim, S.STP., M.AP. (FOTO:ELSINDO)

ELSINDO, PALU – Dinas Pendidikan Provinsi Sulawesi Tengah (Sulteng) melalui Bidang Pembinaan SMA memprioritaskan peningkatan mutu pendidikan menengah pada tahun 2026 dengan mengoptimalkan pelaksanaan program Berani Cerdas, salah satu program unggulan Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah.

Kepala Bidang Pembinaan SMA Dinas Pendidikan Sulteng, Abdul Rahim, S.STP., M.AP., mengatakan Berani Cerdas tidak hanya berfokus pada pemberian beasiswa bagi mahasiswa, tetapi juga mencakup berbagai program yang menyasar peserta didik di jenjang SMA.

Menurutnya, pada tingkat SMA program tersebut diwujudkan melalui bantuan seragam bagi siswa dari keluarga kurang mampu atau kategori afirmasi. Selain itu, pemerintah juga menanggung biaya SPP siswa kurang mampu yang bersekolah di SMA swasta.

“Selama ini masyarakat mengenal Berani Cerdas hanya sebagai program beasiswa mahasiswa. Padahal, cakupannya jauh lebih luas, termasuk bantuan seragam dan pembayaran SPP bagi siswa afirmasi di sekolah swasta,” kata Abdul Rahim.

Selain memperluas akses pendidikan, Dinas Pendidikan Sulteng juga memprioritaskan peningkatan sarana dan prasarana sekolah. Mengingat keterbatasan anggaran daerah akibat efisiensi APBD, pihaknya aktif menjalin koordinasi dengan pemerintah pusat untuk memperoleh dukungan pendanaan revitalisasi sekolah.

Hasilnya, sebanyak 36 SMA di Sulawesi Tengah telah diakomodasi dalam program revitalisasi yang saat ini sedang berproses.

Abdul Rahim menjelaskan, mekanisme revitalisasi kini sepenuhnya menjadi kewenangan pemerintah pusat. Dinas Pendidikan hanya mengusulkan sekolah calon penerima, sedangkan penetapan, pelaksanaan hingga pengawasan teknis dilakukan langsung oleh pemerintah pusat dengan sistem swakelola sekolah.

Meski demikian, Dinas Pendidikan tetap melakukan pemantauan melalui laporan berkala dari sekolah guna memastikan pelaksanaan revitalisasi berjalan sesuai ketentuan.

“Kami diperintahkan Bapak Gubernur untuk memaksimalkan penyerapan anggaran dari pemerintah pusat sehingga pembangunan pendidikan tidak hanya bergantung pada APBD provinsi,” ujarnya.

Di bidang peningkatan kualitas pembelajaran, Dinas Pendidikan juga mendorong seluruh SMA meningkatkan nilai Rapor Pendidikan melalui penguatan kompetensi guru dan pemanfaatan platform digital pembelajaran yang telah disediakan pemerintah.

Menurut Abdul Rahim, pola pembelajaran di sekolah harus mulai bergeser dari metode yang berorientasi pada hafalan menuju pembelajaran yang mampu membangun karakter, kemampuan berpikir kritis, kolaborasi, kreativitas, dan pemecahan masalah.

“Kami terus mendorong guru melakukan transformasi pembelajaran agar siswa tidak hanya menghafal materi, tetapi mampu menganalisis persoalan, bekerja sama, dan menjadi problem solver. Itulah kompetensi yang dibutuhkan untuk menghadapi tantangan masa depan,” tuturnya.

Melalui berbagai program tersebut, Dinas Pendidikan Sulteng berharap kualitas pendidikan menengah terus meningkat sejalan dengan visi Berani Cerdas, yang menempatkan pembangunan sumber daya manusia sebagai salah satu prioritas utama Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah. (**)