Berita  

Empat Kawasan Transmigrasi Sulteng Jadi Sasaran Ekspedisi Patriot Unair, Bawa Riset dan Inovasi ke Masyarakat

(FOTO: DOK Disnakertrans Sulteng)

ELSINDO, PALU– Empat kawasan transmigrasi di Sulawesi Tengah bakal menjadi laboratorium pengabdian dan inovasi bagi Tim Ekspedisi Patriot Universitas Airlangga (Unair) sepanjang Agustus hingga November 2026.

Selama empat bulan, para lulusan dan sivitas akademika Universitas Airlangga akan turun langsung ke masyarakat untuk menggali potensi, mengidentifikasi persoalan, serta menyusun berbagai inovasi yang dapat mendukung pengembangan kawasan transmigrasi.

Empat wilayah yang menjadi lokasi penugasan tersebut yakni Kabupaten Morowali, Kawasan Palolo Kabupaten Sigi, Kabupaten Parigi Moutong, dan Kawasan Tampolore Kabupaten Poso.

Program ini merupakan bagian dari Program Tim Ekspedisi Patriot yang digagas sebagai salah satu program strategis Kementerian Transmigrasi. Perguruan tinggi dilibatkan untuk memberikan kontribusi melalui kekuatan akademik, riset, inovasi, dan pendampingan masyarakat.

Kehadiran tim dari Universitas Airlangga diharapkan mampu menggali potensi lokal yang selama ini belum optimal dikembangkan.

Tidak hanya melakukan penelitian, tim juga akan memberikan pendampingan kepada masyarakat sesuai dengan karakteristik dan kebutuhan masing-masing wilayah.

Dari proses tersebut diharapkan lahir berbagai rekomendasi, inovasi, hingga model pemberdayaan masyarakat yang dapat mendukung peningkatan kualitas hidup dan kemandirian warga di kawasan transmigrasi.

Rencana tersebut sebelumnya disampaikan dalam audiensi Tim Universitas Airlangga dengan Wakil Gubernur Sulawesi Tengah, dr. Reny Arniwaty Lamadjido, Sp.PK., M.Kes, di ruang kerjanya.

Audiensi turut didampingi jajaran Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Provinsi Sulawesi Tengah melalui Bidang Pengembangan Kawasan Transmigrasi (PKTDT).

Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah menyambut baik pelaksanaan program tersebut. Kolaborasi antara perguruan tinggi dan pemerintah dinilai dapat menjadi kekuatan tambahan dalam mempercepat pembangunan kawasan transmigrasi.

Apalagi, setiap kawasan memiliki potensi dan tantangan yang berbeda sehingga membutuhkan pendekatan yang sesuai dengan kondisi lokal.

Melalui Ekspedisi Patriot 2026, pemerintah berharap hasil riset dan pendampingan tidak hanya menghasilkan laporan akademik, tetapi juga menghadirkan solusi yang dapat diterapkan dan dirasakan manfaatnya oleh masyarakat.

Program tersebut sekaligus menjadi momentum memperkuat kemitraan antara pemerintah dan perguruan tinggi dalam membangun kawasan transmigrasi yang produktif, mandiri, inovatif, dan berdaya saing.

Empat bulan ke depan akan menjadi kesempatan bagi para akademisi untuk melihat lebih dekat potensi Sulawesi Tengah dari lapangan mengubah data dan temuan menjadi gagasan, serta gagasan menjadi inovasi yang bermanfaat bagi masyarakat. (**)