• dinas pangan

FKUB Sulteng dan SMA GKST Immanuel Palu Bersatu Lawan Perundungan di Sekolah

FKUB Sulteng
FKUB Sulteng bersama dengan SMA GKST Immanuel telah melakukan sosialisasi pencegahan perundungan kepada 100 siswa-siswi SMA GKST Immanuel Palu. Sosialisasi tersebut dihadiri oleh pengurus FKUB dan guru SMA terkait. FOTO: ISTIMEWA

ELSINDO, PALU– Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Provinsi Sulawesi Tengah bersama SMA Gereja Kristen Sulawesi Tengah (GKST) Immanuel Palu telah mengambil langkah konkret dalam mencegah perundungan di tingkat pelajar, sebagai bagian dari upaya perlindungan terhadap anak-anak dari praktek kekerasan.

Menurut Sekretaris FKUB Provinsi Sulawesi Tengah, Doktor Haji Munif Aziz Godal, perundungan atau bullying memiliki dampak serius terhadap perkembangan mental siswa, sehingga perlu diantisipasi secara sistematis dan massif. “FKUB menjadikan pencegahan perundungan ini sebagai salah satu prioritas program,” ujar Munif Godal.

FKUB Sulteng bersama dengan SMA GKST Immanuel telah melakukan sosialisasi pencegahan perundungan kepada 100 siswa-siswi SMA GKST Immanuel Palu. Sosialisasi tersebut dihadiri oleh pengurus FKUB dan guru SMA terkait, Selasa, 27 Februari 2024.

Munif menjelaskan bahwa perundungan merupakan perilaku negatif yang sangat berbahaya bagi korbannya. Berdasarkan data hasil penelitian, 40-80 persen anak usia sekolah mengalami bullying. Hasil penelitian juga menunjukkan bahwa 60 persen siswa SD, SMP, dan SMA menyatakan bahwa bullying merupakan masalah besar yang mempengaruhi kehidupan mereka.

Dalam penelitian tahun 2022 terhadap 1500 pelajar SMP dan SMA di Jakarta, Yogyakarta, dan Surabaya, ditemukan bahwa 67 persen siswa mengaku pernah mengalami bullying di sekolah mereka.

Menurut data Komnas Perlindungan Anak tahun 2022, terdapat 98 kasus kekerasan fisik, 108 kasus kekerasan seksual, dan 176 kasus kekerasan psikis yang menimpa siswa/siswi.

FKUB Sulteng berupaya menggencarkan pencegahan perundungan berbasis sekolah dengan melibatkan pihak sekolah dalam upaya ini. Munif menekankan bahwa perundungan di sekolah dapat terjadi karena adanya anak yang merasa dominan atau memiliki harga diri/konsep diri rendah, karakter agresif, serta minimnya pengawasan dan kepedulian sekolah terhadap perilaku siswa.

Kepala SMA GKST Immanuel Palu, Rita Christi Luntungan, menyambut baik kehadiran FKUB Sulteng di sekolah yang dipimpinnya. “Kehadiran FKUB Sulteng menambah penguatan terhadap SMA GKST dalam pencegahan perundungan di tingkat pelajar berbasis sekolah,” ungkapnya.(*)