Inflasi Sulteng Stabil di 3,31 Persen, TPID Perkuat Operasi Pasar Murah

ELSINDO, PALU – Tren inflasi Sulawesi Tengah menunjukkan perbaikan signifikan menjelang Ramadan dan Idul Fitri 2026. Hal ini terungkap dalam High Level Meeting Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) Provinsi Sulawesi Tengah yang dipimpin Wakil Gubernur dr. Reny A. Lamadjido di Ruang Polibu, Rabu (14/1/2026).

Berdasarkan data yang dipaparkan, inflasi Sulawesi Tengah tercatat menurun dari 3,92 persen pada Oktober, menjadi 3,50 persen pada November, dan kembali turun ke angka 3,31 persen pada Desember. Kepala Perwakilan Bank Indonesia Sulawesi Tengah, Ir. Muhammad Irfan Sukarna, menyebut capaian ini sebagai hasil konsistensi kebijakan pengendalian harga di daerah.

“Operasi pasar murah perlu terus dioptimalkan, terutama untuk komoditas yang secara historis mengalami kenaikan harga saat Ramadan dan Idul Fitri,” ujar Irfan.

Sementara itu, Plt. Kepala BPS Sulawesi Tengah, Imron Taufik J. Musa, mengungkapkan bahwa berdasarkan data inflasi Ramadan 2023–2025, komoditas beras selalu mengalami kenaikan. Karena itu, penguatan stok pangan dan ketahanan pangan daerah menjadi prioritas utama TPID, termasuk pengendalian harga komoditas perikanan yang menjadi ciri khas Sulawesi Tengah.

Pemprov Sulteng bersama TPID juga mengantisipasi potensi gangguan distribusi akibat cuaca ekstrem dengan menyiapkan jalur logistik alternatif serta melakukan monitoring harga harian secara intensif.

Rapat ini dihadiri unsur Forkopimda, Bank Indonesia, BPS, Bulog, BMKG, dan perangkat daerah terkait sebagai wujud komitmen bersama menjaga daya beli masyarakat dan stabilitas ekonomi Sulawesi Tengah menjelang Ramadan dan Lebaran 2026. (**)