Kabut Asap Selimuti Palu, MAN 2 Kota Palu Bagikan Seribu Masker dan Terapkan Pembelajaran Daring

ELSINDO, PALU- Menyikapi kabut asap yang menyelimuti Kota Palu akibat kebakaran hutan, Madrasah Aliyah Negeri (MAN) 2 Kota Palu menerapkan pembelajaran secara daring selama tiga hari, mulai 19 hingga 21 Oktober 2026. Selain itu, madrasah tersebut menggelar gerakan seribu masker untuk melindungi kesehatan siswa, guru, dan tenaga kependidikan.

Langkah ini dilakukan sebagai tindak lanjut atas edaran Pemerintah Kota Palu dan Kementerian Agama, menyusul kondisi kualitas udara yang dinilai kurang baik bagi kesehatan.

Kepala MAN 2 Kota Palu, Dr. H. Taufik, menegaskan bahwa pelaksanaan pembelajaran daring bukan berarti siswa diliburkan. Kegiatan belajar mengajar tetap berlangsung sesuai jadwal, hanya saja dilakukan dari rumah masing-masing.

“Jadi kami meluruskan, bukan libur, tapi PBM (proses belajar mengajar) tetap berlangsung. Hanya metodenya dilakukan secara daring atau secara online,” ujar Taufik.

Ia menjelaskan, selama pembelajaran daring, para guru tetap hadir di sekolah untuk memberikan materi dan membimbing siswa melalui pembelajaran online.

Untuk memastikan kegiatan belajar berjalan efektif, pihak madrasah juga menerapkan pemantauan melalui jurnal online yang disiapkan Wakil Kepala Madrasah Bidang Kurikulum. Sistem tersebut digunakan untuk memantau keaktifan guru dan siswa selama pembelajaran daring.

Menurut Taufik, kebijakan tersebut dilaksanakan dengan mengacu pada edaran pemerintah daerah dan Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Sulawesi Tengah.

Pihak madrasah juga telah menggelar rapat bersama para guru untuk membahas pelaksanaan pembelajaran selama masa antisipasi kabut asap.

Apabila tidak ada edaran lanjutan, kegiatan belajar mengajar secara tatap muka direncanakan kembali berlangsung pada 22 Oktober 2026. Layanan Makan Bergizi Gratis (MBG) di madrasah tersebut untuk sementara juga ditiadakan selama pembelajaran daring.

Sementara itu, Wakil Kepala Sekolah Bidang Kesiswaan MAN 2 Kota Palu, Muh. Rendy Saputra, S.Pd., M.Pd., mengatakan pihaknya tidak hanya menerapkan pembelajaran daring, tetapi juga mengambil langkah preventif untuk menjaga kesehatan warga madrasah.

Salah satu upaya yang dilakukan adalah membagikan seribu masker kepada siswa, dewan guru, dan tenaga kependidikan.

“MAN 2 Kota Palu juga membagikan sebuah gerakan seribu masker kepada siswa-siswi MAN 2 Kota Palu, kepada dewan guru dan staf tata usaha sebagai langkah pencegahan kesehatan agar udara yang tidak baik untuk tubuh ini bisa tersaring dengan penggunaan masker tersebut,” jelas Rendy.

Ia memastikan seluruh siswa mendapatkan masker melalui pembagian yang telah dilaksanakan pihak madrasah.

Menurutnya, penggunaan masker menjadi salah satu langkah untuk mengurangi paparan partikel kabut asap yang menyelimuti Kota Palu, terutama ketika warga madrasah harus beraktivitas di luar ruangan.

Kepala MAN 2 Kota Palu, Dr. H. Taufik, turut mengimbau seluruh siswa agar tetap disiplin mengikuti pembelajaran dari rumah sesuai jadwal yang telah ditetapkan.

Ia meminta siswa tidak menganggap pembelajaran daring sebagai masa libur, melainkan tetap menjalankan kewajiban belajar dan mengikuti seluruh mata pelajaran.

Selain itu, siswa diimbau membatasi aktivitas di luar rumah selama kondisi kabut asap masih berlangsung, serta menggunakan masker apabila harus keluar rumah atau beraktivitas di luar ruangan.

“Kemudian kami mengimbau untuk tidak keluar selama situasi kabut asap ini. Tidak melakukan aktivitas di luar rumah yang bisa berpotensi untuk menyebabkan kita sakit,” tegasnya.

Taufik juga meminta kerja sama orang tua untuk mengawasi anak-anak selama pembelajaran daring, memastikan mereka mengikuti kegiatan belajar dengan baik, serta tidak keluar rumah jika tidak ada keperluan mendesak.

Melalui penerapan pembelajaran daring dan gerakan seribu masker tersebut, MAN 2 Kota Palu berharap kegiatan pendidikan tetap berjalan optimal sekaligus melindungi kesehatan siswa, guru, dan seluruh warga madrasah di tengah kondisi kabut asap. (**)