ELSINDO, MORUT– Kodim 1311 Morowali menyiapkan tim khusus untuk memperkuat penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di wilayah Kabupaten Morowali dan Morowali Utara (Morut).
Langkah tersebut merupakan tindak lanjut direktif Pangdam XIII/Merdeka, dengan menempatkan upaya pencegahan sebagai prioritas utama sebelum terjadi kebakaran yang lebih luas.
Hal itu disampaikan Komandan Kodim (Dandim) 1311 Morowali Letkol Inf Boyke Baja Imanuel Sirait, M.A., M.Mos., saat bertemu dengan insan jurnalis di Resto & Cafe Berlian Mamala, Kamis (27/8/2026).
Baja Sirait mengatakan, tim yang dibentuk akan bekerja secara kolaboratif bersama pemerintah daerah dan kepolisian, terutama dalam memantau serta menangani titik-titik yang berpotensi maupun telah terjadi karhutla.
“Yang dilaksanakan pertama adalah tindakan preventif. Jadi ada edukasi, komunikasi, baik itu tingkat Danramil dan Babinsa kepada masyarakat untuk tidak membakar ladang karena hal ini bisa memicu kebakaran yang lebih luas,” ujarnya.
Menurutnya, pencegahan melalui edukasi masyarakat menjadi langkah penting mengingat aktivitas pembakaran lahan dapat berkembang menjadi kebakaran yang sulit dikendalikan.
Namun, apabila kebakaran sudah terjadi, Kodim 1311 Morowali akan terlibat dalam penanganan awal bersama pemerintah daerah, kepolisian, masyarakat, serta unsur terkait lainnya.
“Kami ada unit Damkar, terus bekerja sama dengan Babinsa dengan Batalyon 825 yang akan melaksanakan tindakan pertama bersama masyarakat dan kepolisian,” jelasnya.
Ia menegaskan, posisi TNI dalam penanganan karhutla bukan bekerja sendiri, melainkan mengedepankan sinergi dengan seluruh unsur di lapangan.
“Jadi posisi kami, kita akan melaksanakan kegiatan itu berkolaborasi dengan masyarakat dan pemerintah daerah setempat,” katanya.
Selain membahas penanganan karhutla, pertemuan tersebut juga menjadi ajang silaturahmi antara Dandim 1311/Morowali dengan insan pers.(**)
















