Pemkab Sigi Tambah Lahan Sekolah Rakyat Jadi 8 Hektare, Siapkan Stadion

Bupati Sigi, Mohamad Rizal Intjenae didampingi Kadis Sosial Sigi, Ariyanto

ELSINDO, SIGI– Pemerintah Kabupaten Sigi mengupayakan penambahan lahan untuk pembangunan Sekolah Rakyat dari enam menjadi delapan hektare. Penambahan tersebut disiapkan untuk mendukung pembangunan fasilitas olahraga berupa stadion.

Bupati Sigi, Mohamad Rizal Intjenae, mengatakan tambahan dua hektare lahan tersebut diupayakan agar fasilitas Sekolah Rakyat tidak hanya menunjang kegiatan pendidikan, tetapi juga memiliki sarana olahraga yang dapat dimanfaatkan masyarakat.

“Kalau tambah lagi dua hektare jadi delapan hektare, akan ada sarana olahraga berupa stadion. Maka saya upayakan,” kata Rizal usai Pembukaan Pameran Karya Seni, Tour E-Sekolah sekaligus Open House Sekolah Rakyat Tahun 2026 di Sentra Nipotowe Kalukubula, Kecamatan Sigi Biromaru, Senin (10/8/2026).

Rizal menjelaskan, pada awalnya pemerintah daerah diminta menyiapkan lahan seluas 10 hektare. Namun, karena kondisi lahan terpisah, kemudian disiapkan enam hektare.

Dalam prosesnya, Pemkab Sigi menemukan peluang untuk menambah dua hektare sehingga total lahan menjadi delapan hektare dalam satu hamparan.

Pemkab Sigi kemudian berkoordinasi dengan sejumlah perangkat daerah untuk memastikan kondisi lahan tersebut dapat digunakan. Setelah dinilai memungkinkan, pemerintah daerah mengupayakan revisi sertifikat lahan yang sebelumnya telah diterbitkan untuk enam hektare.

“Di satu hamparan itulah yang kami bawa kembali dalam hal merevisi sertifikat yang sudah terbit dari enam hektare menjadi delapan hektare,” jelasnya.

Rizal menilai penambahan lahan tersebut merupakan peluang yang sayang untuk dilewatkan, mengingat adanya rencana pembangunan stadion sebagai bagian dari fasilitas Sekolah Rakyat.

Menurutnya, fasilitas olahraga tersebut nantinya tidak hanya dapat digunakan oleh siswa, tetapi juga berpotensi dimanfaatkan masyarakat secara bersama-sama.

“Saya merasa rugi kalau tidak mengambil peluang ini, karena sarananya itu masalah sarana olahraga. Itu juga mungkin bisa dipakai oleh masyarakat nantinya bersama-sama dengan anak-anak sekolah,” pungkasnya.(*)