ELSINDO, PALU – Dinas Pendidikan Provinsi Sulawesi Tengah terus mendorong pelayanan pendidikan berbasis digital, termasuk dalam proses pendaftaran Program Beasiswa Berani Cerdas yang kini dilakukan secara daring.
Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Sulawesi Tengah, Firmanza, mengatakan seluruh proses pendaftaran telah terintegrasi melalui sistem digital sehingga memudahkan masyarakat mengakses layanan tanpa harus datang langsung ke kantor.
“Jadi kan ada link-nya, link-nya Berani Cerdas. Kita sudah digitalisasi sesuai program yang dibuat, jadi semuanya dilakukan secara digital,” ungkapnya, baru-baru ini.
Firmanza menjelaskan, mahasiswa yang sedang menempuh pendidikan atau berstatus ongoing juga dapat mengikuti program tersebut dengan memenuhi sejumlah persyaratan akademik.
Untuk jalur prestasi, mahasiswa dari rumpun ilmu eksakta diwajibkan memiliki Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) minimal 2,75. Sementara mahasiswa non-eksakta harus memiliki IPK minimal 3,00.
“Kalau dia sudah ongoing atau sudah kuliah, dari jalur prestasi IPK-nya 2,75 untuk eksak dan 3,00 untuk non-eksak,” jelasnya.
Sementara itu, bagi pendaftar melalui jalur afirmasi, persyaratan IPK tersebut tidak diberlakukan sehingga kesempatan memperoleh bantuan pendidikan menjadi lebih terbuka bagi kelompok yang membutuhkan.
Melalui sistem digital dan skema seleksi yang beragam, Pemprov Sulteng berharap Program Berani Cerdas dapat menjangkau lebih banyak masyarakat dan membantu mencetak generasi unggul di masa depan. (**)














