• dinas pangan
Daerah  

Pimpinan PLN Menjamin Gangguan Listrik di Wilayah Morut akan Semakin Berkurang

Pertemuan PLN dengan Bupati Morowali Utara Delis Julkarson Hehi di ruang kerja bupati di Kolonodale. FOTO: IST

ELSINDO, MORUT – Manajer PLN Unit Pelaksana Pelayanan Pelanggan (UP3) Palu Agus Tasya menjamin gangguan listrik di Kabupaten Morowali Utara khususnya di wilayah ULP Kolonodale akan semakin berkurang.

“Ini berdasarkan data pencatatan kami. Selama tiga bulan terakhir jumlah gangguan trennya menurun. Ke depannya dijamin akan lebih menurun lagi,” tegasnya.

Penjelasan pimpinan PLN wilayah kerja Sulawesi Tengah itu disampaikan dalam pertemuan dengan Bupati Morowali Utara Delis Julkarson Hehi di ruang kerja bupati di Kolonodale, Jumat, 3 Maret 2023.

Agus Tasya datang bersama Kepala Unit PLN Layanan Pelayanan Pelanggan (ULP) Kolonodale Nian Aditya Wiguna dan beberapa staf pimpinan PLN dari Palu.

Sedangkan Bupati Morut didampingi Kepala Dinas Perhubungan Daerah Morut Irwan A. Ibon.

Kehadiran rombongan pimpinan PLN ini dalam rangka melaporkan penanganan gangguan listrik di Morut sekaligus memaparkan program listrik pedesaan di beberapa desa di daerah ini.

Agus Tasya menjelaskan hingga saat ini pihak PLN terus memonitor dan bergerak cepat mengatasi gangguan jaringan listrik terutama yang sifatnya gangguan alam seperti pohon tumbang.

“Tapi mohon maaf, kalau diminta agar gangguan listrik itu harus nihil alias tidak ada sama sekali, rasanya tidak mungkin karena kondisi topografi yang dilalui jaringan banyak pohon, baik di hutan maupun milik masyarakat,” jelasnya.

Diuraikan, sekitar 80 persen penyebab gangguan listrik itu disebabkan pohon tumbang, sisanya faktor interkoneksi, gangguan pada mesin pembangkit dan perbaikan (penggantian) jaringan.

Menjawab pertanyaan tentang kerugian masyarakat akibat rusaknya alat-alat rumah tangga karena seringnya aliran listrik mati-hidup, pimpinan PLN itu mengatakan masih perlu  penelitian apakah betul akibat listrik sering padam atau faktor lain.

Agus menjelaskan, sejak banyaknya keluhan masyarakat yang mengaju alat-alat rumah tangganya seperti kulkas, mesin cuci, balon listrik dan perkakas lainnya rusak akibat seringnya listrik padam, pihak PLN langsung memperbaiki setting tekanan listrik.

“Sejak setting tegangan listrik diperbaiki, data kami menunjukkan pengaruh terhadap peralatan listrik saat jaringan listrik mati-hidup langsung turun angka kerusakan,” tambahnya lagi.

Sementara itu, setelah mendengarkan pemaparan dan penyampaian data-data dari pihak PLN tersebut, Bupati Morut Delis Julkarson Hehi mengatakan pihaknya selalu siap membantu demi stabilnya aliran listrik di daerah ini.

Bupati juga menyiapkan tambahan tenaga jika dilakukan mapalus (gotong royong) pembersihan pohon yang dilewati jaringan. Dan jika mapalus itu dianggap banyak membantu berkurangnya gangguan listrik, ia minta operasi pembersihan jaringan itu dilakukan secara rutin, bahkan kalau perlu setiap saat.

“Nanti kami bantu dengan anggota Damkar dan Satpol PP. Juga gotong royong masyarakat sekitar. Intinya kami siap membantu,” jelas bupati.

Ia juga menawarkan kepada pihak PLN untuk melakukan pertemuan bersama dengan Bupati Poso untuk membahas pembersihan yang dilalui jaringan listrik. Sebab, masalah listrik akibat gangguan interkoneksi dirasakan bersama pelanggan listrik di Poso dan Morut.

“Terserah mau ketemu di Poso atau di Palu. Harus ada solusi bersama. Lebih cepat lebih baik,” tambah bupati.

Pada kesempatan tersebut, Bupati Delis juga memaparkan kepada pihak PLN bahwa tahun 2022 lalu, Morut menyumbangkan pajak kepada negara sebesar Rp 3,3 triliun. Besarnya angka ini akibat masuknya investasi terutama di sektor pertambangan dan perkebunan.

“Sungguh aneh kalau tidak ada perhatian khusus terhadap Morut dalam hal perbaikan kebutuhan listrik. PLN itu perusahaan BUMN, kami (Morut) secara tidak langsung ikut membantu PLN dengan setoran pajak ke pusat,” jelasnya lagi.

Bupati mengatakan, ia sangat berharap agar permasalahan listrik di daerah ini menjadi perhatian serius pihak PLN. Sebab, jika kondisi ini tidak segera teratasi dengan baik, dikhawatirkan akan mengganggu investasi yang kini bertumbuh dengan pesat.

“Investor akan berpikir dua kali kalau permasalahan listrik ini tidak segera teratasi. Masalah ini sangat serius,” tambah bupati.(**)