ELSINDO, PALU – DPW Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Sulawesi Tengah mulai menatap serius Pemilu 2029. Partai ini optimistis dapat merebut kembali kursi DPR RI dari daerah pemilihan (dapil) Sulawesi Tengah dengan mengandalkan pemetaan suara hingga tingkat desa dan tempat pemungutan suara (TPS).
Sekretaris Umum DPW PKS Sulawesi Tengah, Dr. Muh Rizal, S.Pd., M.Pd, mengatakan peluang untuk kembali mengamankan kursi di Senayan masih sangat terbuka.
Menurutnya, salah satu modal utama PKS adalah masih besarnya jumlah suara pada Pemilu sebelumnya yang belum terkonversi menjadi kursi DPR RI.
“Kami optimistis untuk bisa merebut kembali DPR RI, khususnya di Sulawesi Tengah. Suara yang tidak terkonversi menjadi kursi masih sangat tinggi, sekitar 460 ribu suara,” ujar Rizal, dalam kegiatan “Ngopi 17-an bersama Jurnalis, dengan mengusung tema “Menakar Peluang Menuju Senayan 2029” di halaman Kantor DPW PKS Sulteng, Senin, 17 Agustus 2026.
Ia menyebut, posisi PKS dengan partai yang mendapatkan kursi terakhir juga tidak terpaut jauh. Selisihnya diperkirakan sekitar 9 ribu suara.
Kondisi tersebut, kata dia, menjadi peluang yang akan dimanfaatkan PKS untuk meningkatkan perolehan suara pada Pemilu mendatang.
“Kami masih punya peluang untuk merebut suara yang tidak terkonversi menjadi kursi ini. Selisih kami dengan kursi terakhir sekitar 9 ribuan. Jadi kami masih sangat optimistis untuk merebut kembali kursi DPR RI,” katanya.
Rizal juga mengungkapkan adanya sejumlah tokoh yang disebut mulai tertarik bergabung dengan PKS untuk menghadapi Pemilu mendatang.
Meski belum bersedia menyebutkan identitasnya, ia mengatakan sudah ada kepala daerah yang menawarkan diri untuk bergabung. Selain itu, seorang mantan calon bupati di salah satu kabupaten di Sulawesi Tengah juga disebut telah menyampaikan ketertarikannya.
“Untuk saat ini saya tidak sebut namanya, tapi sudah ada kepala daerah yang menawarkan diri untuk bergabung. Kemarin juga ada mantan calon bupati di salah satu kabupaten yang menawarkan diri,” ungkapnya.
Menurut Rizal, pengalaman PKS dalam meraih kursi DPR RI menjadi modal penting. PKS, kata dia, memiliki pengalaman memenangkan kursi, kemudian kehilangan, dan kembali meraihnya.
“Kita pernah mendapatkan kursi DPR RI secara siklus. Kita dapat, tidak dapat, dapat. Artinya kita punya pengalaman untuk bisa mendapat kembali. Kami sudah mengetahui jalan menuju ke sana,” ujarnya.
Untuk Sulawesi Tengah, PKS memasang target maksimal satu dapil satu kursi. Target tersebut disusun berdasarkan analisis internal partai terhadap perkembangan jumlah penduduk dan kemungkinan perubahan daerah pemilihan maupun jumlah kursi pada Pemilu mendatang.
Rizal mengatakan PKS juga memiliki target perolehan kursi secara nasional yang cukup besar. Dari pemetaan internal, partai menargetkan sedikitnya 50 kursi dari proyeksi 62 dapil.
“Target maksimal kami satu dapil satu kursi. Target realistisnya, berdasarkan hitungan kami, paling tidak 50 kursi dari 62 dapil tersebut,” jelasnya.
Untuk merealisasikan target tersebut, PKS mengandalkan data politik yang telah dipetakan hingga tingkat desa dan TPS.
Rizal mengatakan partainya sudah mengetahui wilayah mana yang menjadi basis kekuatan dan wilayah mana yang masih membutuhkan penguatan.
“Kami sudah mempunyai datanya, di desa mana saja kami kurang, di desa mana saja kami plus. Data kami sampai tingkat desa dan TPS,” katanya.
Dengan basis data tersebut, PKS akan mengembangkan strategi pemenangan secara lebih terukur, termasuk mencari sumber kekurangan suara hingga tingkat TPS.
Selain membidik perolehan kursi, PKS juga membuka ruang bagi masyarakat yang ingin bergabung melalui program Join PKS.
Masyarakat yang ingin menjadi bagian dari PKS dapat mendaftarkan diri melalui pemindaian Barcode yang telah disiapkan DPP PKS dan berlaku secara nasional.
Rizal menegaskan PKS juga ingin memberikan ruang lebih besar kepada generasi muda untuk masuk dan berkiprah di dunia politik.
“PKS memberikan ruang kepada anak-anak muda. Persentasenya masih sementara dibahas. Yang jelas, 30 persen PKS selalu memberikan ruang untuk perempuan, ditambah jatah khusus anak muda,” ujarnya.
Menurutnya, keterlibatan anak muda menjadi bagian penting dalam proses regenerasi dan pembaruan di tubuh partai.
Sementara itu, Kabid BP3 DPW PKS Sulteng, Rustam Abidin, mengatakan partainya akan terus melakukan monitoring dan evaluasi terhadap kepala daerah yang diusung maupun didukung PKS.
Evaluasi dilakukan sebagai bentuk tanggung jawab politik kepada masyarakat, terutama untuk mengukur komitmen kepala daerah dalam memberikan pelayanan publik serta memastikan keselarasan visi pemerintahan dengan komitmen politik yang telah dibangun.
Pada Pilkada 2024, PKS mengusung sejumlah pasangan calon kepala daerah yang kemudian berhasil memenangkan kontestasi.
Salah satunya adalah pasangan Anwar Hafid dan Reny Lamadjido yang kini memimpin Provinsi Sulawesi Tengah.
Rustam menegaskan, dukungan politik PKS tidak berhenti setelah pasangan calon memenangkan Pilkada. Partai tetap memiliki tanggung jawab untuk melakukan evaluasi terhadap jalannya pemerintahan dan memastikan kepentingan masyarakat menjadi prioritas.
Dengan konsolidasi struktur, pemetaan suara hingga TPS, perekrutan tokoh dan anak muda, serta evaluasi terhadap kepala daerah yang didukung, PKS Sulteng menyatakan siap membangun kekuatan baru untuk kembali merebut kursi DPR RI pada Pemilu 2029. (**)


















