Proses Haji Tetap Jalan, Umrah Disarankan Tunda: Ini Penjelasan Kanwil Kemenhaj Sulteng

ELSINDO, PALU – Kantor Wilayah Kementerian Haji dan Umrah (Kanwil Kemenhaj) Provinsi Sulawesi Tengah mengeluarkan imbauan penting bagi masyarakat yang berencana menunaikan ibadah umrah. Di tengah meningkatnya eskalasi konflik di kawasan Timur Tengah, calon jemaah diminta untuk sementara waktu menunda keberangkatan ke Arab Saudi.

Kepala Kanwil Kemenhaj Sulteng, H. Muchlis Aseng, menegaskan bahwa langkah ini diambil demi menjamin keamanan dan keselamatan jemaah.

“Kami mengimbau masyarakat Sulteng yang akan berumrah agar menunda keberangkatannya karena situasi di Timur Tengah masih panas. Ini semata-mata demi keselamatan jemaah,” ujarnya.

Berdasarkan informasi resmi dari Kementerian Haji dan Umrah Arab Saudi, bandara di wilayah tersebut sebelumnya masih beroperasi dengan status waspada. Namun perkembangan terbaru menyebutkan aktivitas penerbangan di Bandara Madinah dihentikan sementara.

Saat ini, tidak ada aktivitas keluar masuk pesawat di Bandara Madinah. Sementara itu, Bandara Internasional King Abdulaziz Jeddah masih beroperasi normal dan melayani penerbangan internasional.

“Belum ada penutupan Bandara Internasional Jeddah akibat eskalasi konflik. Yang ditutup saat ini adalah Bandara Madinah,” jelas Muchlis.

Muchlis juga memastikan kondisi jemaah asal Sulawesi Tengah yang saat ini berada di Arab Saudi dalam keadaan aman. Ia mengaku telah berkomunikasi langsung dengan Direktur Anisa Sam, H. Sabaruddin.

Menurutnya, rombongan jemaah umrah dari travel tersebut sedang menuju Bandara Jeddah untuk bersiap kembali ke Indonesia.

“Barusan saya telepon H. Sabaruddin. Beliau dan jemaahnya sedang menuju Bandara Jeddah untuk persiapan pulang. Insya Allah masih bisa kembali dengan aman,” katanya.

Berdasarkan data, terdapat lima Penyelenggara Perjalanan Ibadah Umrah (PPIU) asal Sulawesi Tengah yang masih mendampingi jemaah di Arab Saudi, yakni Anissa Sam, Babussalam, Isra Amanah, Tanur Mukmainah, dan Madinah Iman Wisata.

Hingga saat ini, belum ada laporan hambatan kepulangan jemaah Indonesia. Meski demikian, Kanwil mengingatkan potensi dampak jika konflik semakin meluas.

“Kalau konflik meningkat dan meluas, bisa saja berdampak ke Arab Saudi. Kalau jemaah sampai tertahan di sana tentu akan merepotkan karena tidak berada di negeri sendiri,” tegasnya.

Sementara itu, penyelenggaraan ibadah haji dipastikan belum terdampak dan tetap berjalan sesuai rencana. Bagi jemaah yang sudah berada di Arab Saudi, Kanwil meminta agar terus berkoordinasi dengan Kantor Urusan Haji di Jeddah serta Konsulat Jenderal Republik Indonesia setempat apabila terjadi kondisi darurat.

Muchlis berharap situasi segera kondusif sehingga tidak berdampak pada ibadah haji maupun umrah.

“Mudah-mudahan konflik ini tidak membesar dan tidak berdampak pada haji. Sampai saat ini proses penyelenggaraan haji tetap berjalan,” pungkasnya.

Kanwil Kemenhaj Sulteng menegaskan akan terus memantau perkembangan situasi dan menyampaikan informasi terbaru kepada masyarakat demi memastikan keselamatan seluruh jemaah. (**)