ELSINDO, PALU – Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan tengah mematangkan rencana proyek infrastruktur skema tahun jamak (multi years) dengan nilai mencapai Rp3,7 triliun. Sebagai bagian dari upaya tersebut, Pemprov Sulsel memilih Sulawesi Tengah sebagai lokasi benchmarking.
Tim Pemprov Sulsel dipimpin Inspektur Inspektorat Sulsel Marwan Mansyur, SH, MH, dan diterima langsung oleh Asisten Pemerintahan dan Kesra Setda Provinsi Sulawesi Tengah Dr. Fahrudin Yambas, M.Si, bersama jajaran perangkat daerah terkait, Kamis (27/11/2025).
Marwan Mansyur mengungkapkan, kunjungan ini merupakan tindak lanjut arahan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) RI agar Pemprov Sulsel mempelajari praktik terbaik pelaksanaan proyek multi years di Sulawesi Tengah.
“Kami mendapat rekomendasi dari KPK agar menjadikan Sulawesi Tengah sebagai referensi dalam pelaksanaan proyek multi years,” ungkapnya.
Paket pekerjaan yang tengah disiapkan Pemprov Sulsel meliputi pembangunan jalan, jaringan irigasi, serta rumah sakit regional yang dinilai strategis bagi pelayanan publik dan pertumbuhan ekonomi daerah.
Sementara itu, Pemprov Sulteng memaparkan pengalaman pengelolaan proyek multi years, termasuk aspek perencanaan, penganggaran, pengawasan, hingga koordinasi dengan aparat penegak hukum dan akademisi.
Dr. Fahrudin mencontohkan pembangunan Masjid Raya Baitul Khairat Palu, proyek strategis yang kini telah rampung dan menjadi ikon kebangkitan pascagempa Sulawesi Tengah.
“Proyek ini melibatkan banyak pihak, mulai dari Kejaksaan Tinggi, Polda Sulawesi Tengah, hingga akademisi Universitas Tadulako, sehingga prosesnya berjalan akuntabel,” jelasnya.
Ia berharap koordinasi dan pertukaran pengalaman antara Pemprov Sulawesi Tengah dan Sulawesi Selatan dapat terus berlanjut demi peningkatan kualitas tata kelola pembangunan di masing-masing daerah.
“Kami terbuka untuk berbagi pengalaman demi pembangunan yang lebih baik,” tutupnya. (**)














