ELSINDO, SIGI– Sekolah Rakyat di Kabupaten Sigi diproyeksikan menjadi salah satu program pendidikan yang menyasar langsung anak-anak dari keluarga miskin dan miskin ekstrem.
Bupati Sigi, Mohamad Rizal Intjenae, mengatakan Sekolah Rakyat akan menampung sekitar 2.160 anak mulai jenjang SD, SMP hingga SMA.
Menurutnya, penerimaan siswa tidak melalui tes akademik, tetapi berdasarkan data kesejahteraan sosial. Prioritas diberikan kepada anak yang masuk dalam kategori Desil 1 dan Desil 2.
“Yang diterima itu anak Sigi 2.160 orang, mulai dari SD, SMP sampai SMA. Ini tidak dites, hanya mereka yang terdaftar dalam data DTKS yang ada di Desil 1 dan Desil 2,” kata Rizal usai Pembukaan Pameran Karya Seni, Tour E-Sekolah sekaligus Open House Sekolah Rakyat Tahun 2026 di Sentra Nipotowe Kalukubula, Kecamatan Sigi Biromaru, Senin (10/8/2026).
Rizal menjelaskan, Desil 1 dan Desil 2 merupakan kelompok masyarakat yang masuk kategori miskin ekstrem dan miskin. Karena itu, Pemkab Sigi akan melakukan pemeriksaan dan pendataan agar penerima manfaat benar-benar sesuai sasaran.
Ia menilai keberadaan Sekolah Rakyat dapat memperkuat upaya pemerintah daerah dalam memberikan akses pendidikan bagi masyarakat kurang mampu.
Bahkan, setelah Sekolah Rakyat beroperasi secara penuh, Rizal mempertimbangkan untuk menghentikan sementara program bantuan pendidikan yang selama ini disiapkan Pemkab Sigi bagi masyarakat tidak mampu.
“Program saya yang tadinya untuk membantu masyarakat saya yang tidak mampu untuk sekolah, kemungkinan untuk sementara saya akan hentikan tahun depan karena sudah ada Sekolah Rakyat,” ujarnya.
Rizal juga mengapresiasi fasilitas Sekolah Rakyat yang dinilainya berbeda dengan sekolah umum. Para siswa mendapatkan tempat tinggal layak serta fasilitas pembelajaran berbasis digital seperti laptop dan smartboard.
“Ini membedakan dengan sekolah umum. Mereka tidur di tempat yang sangat layak, belajar mengajar sudah pakai digital, sudah pakai laptop dan smartboard,” katanya.
Ia berharap fasilitas dan sistem pendidikan tersebut dapat memberikan pengalaman belajar yang lebih baik bagi anak-anak penerima manfaat.(*)














