ELSINDO, PALU – Hingga Maret 2026, PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk Kantor Cabang Palu menyatakan jumlah penyaluran program Kredit Pemilikan Rumah (KPR) subsidi tercatat telah mencapai 529 unit.
“Program penyaluran pembiayaan perumahan KPR subsidi di wilayah kerja Palu sudah terealisasi sampai 529 unit,” kata Branch Manager Bank Btn Palu, Sigit Sulistiyo ditemui di kantornya, Rabu (15/4/2026).
Sementara itu, Sigit mengungkapkan bahwa untuk target penyaluran program KPR subsidi di tahun ini mengalami kenaikan dibanding tahun sebelumnya dari sekitar 2.868 unit bertambah kurang lebih menjadi 3.100 unit.
“Ada kenaikan yang signifikan target tahun ini. Kalau untuk harga perumahan subsidi belum ada perubahan tetap di angka Rp173 juta per unit. Pasar properti di Sulteng sangat baik, di beberapa kabupaten dan kota,” ungkapnya.
Pihaknya tetap berkomitmen untuk melakukan akselerasi penyaluran KPR subsidi karena melihat antusiasme masyarakat yang ingin memiliki rumah impiannya. Apalagi, kata Sigit, Btn Palu semakin ekspansif mengembangkan lini bisnis.
“Ditambah para pengembang perumahan melakukan penawaran promo yang menarik ke konsumen. Karena program utama Bank BTN adalah meningkatkan perekonomian pasar properti,” jelasnya.
Dari sisi profil debitur, mayoritas pengajuan KPR subsidi berasal dari segmen masyarakat berpenghasilan rendah (MBR), dengan rata-rata penghasilan sekitar Rp 4,9 juta per bulan, yang didominasi oleh pekerja di sektor informal seperti pedagang kecil, pekerja lepas, dan pelaku usaha mikro, serta sektor formal seperti aparatur sipil negara, karyawan swasta, dan pegawai kontrak.
“Di luar sektor perumahan, BTN juga menyalurkan Kredit Usaha Rakyat (KUR) sebagai bagian dari dukungan terhadap penguatan ekonomi masyarakat,” pungkasnya. (FA)

















