Karnaval Rohani Paskah Nasional di Sigi Suguhkan Kisah Alkitab

Peserta Karnaval Rohani Paskah Nasional ke-5 mengikuti pawai menggunakan kendaraan hias di wilayah Sigi–Palu, Sulawesi Tengah. FOTO: ISTIMEWA

ELSINDO, SIGI– Karnaval Rohani dalam rangka Perayaan Paskah Nasional ke-5 di Kabupaten Sigi, Sulawesi Tengah, tampil berbeda dengan mengangkat alur lengkap kisah Alkitab, mulai dari penciptaan hingga turunnya Roh Kudus, yang dikemas dalam atraksi kreatif dan edukatif.

Kegiatan ini menjadi salah satu rangkaian utama Paskah Nasional yang dipusatkan di Sigi, dengan melibatkan peserta dari Kota Palu dan Kabupaten Sigi. Karnaval dimulai dari dua titik berbeda, yakni Lapangan GKST Imanuel Palu untuk peserta dari Kota Palu, serta Taman Likuifaksi Biromaru bagi peserta dari Sigi.

Seluruh rombongan kemudian bergerak menuju titik kumpul di Markas Komando (Mako) Batalyon A Satuan Brimob Polda Sulawesi Tengah di Desa Loru, Kecamatan Biromaru, sambil menampilkan beragam adegan yang menggambarkan perjalanan kisah Alkitab.

Person In Charge (PIC) kegiatan, Pendeta Fany Madayanto, M.Th, menjelaskan bahwa konsep karnaval tahun ini dirancang berbeda dibandingkan daerah lain yang umumnya hanya menampilkan tema Paskah secara umum.

“Di Palu dan Sigi, kami mengemasnya dalam bentuk cerita Alkitab secara utuh. Dimulai dari kisah penciptaan, Adam dan Hawa, kejatuhan manusia, kisah para nabi, masuk ke Perjanjian Baru tentang kelahiran Tuhan Yesus, pelayanan-Nya bersama murid-murid, hingga kematian, kebangkitan, kenaikan ke surga, dan ditutup dengan peristiwa Pentakosta,” jelasnya.

Menurutnya, konsep ini menjadi yang pertama kali diterapkan dalam karnaval Paskah di wilayah tersebut, sekaligus menjadi bagian dari upaya menyukseskan Paskah Nasional ke-5.

Selain sebagai perayaan, karnaval ini juga menjadi sarana edukasi dan kesaksian iman kepada masyarakat luas. Melalui visualisasi cerita Alkitab, masyarakat diajak memahami bahwa kisah dalam Alkitab memiliki alur yang utuh dan saling berkaitan.

Antusiasme peserta pun terbilang tinggi. Tercatat sekitar 18 hingga 20 gereja, lembaga, dan sekolah ambil bagian dalam kegiatan tersebut. Dari Kabupaten Sigi, terdapat sembilan gereja yang berpartisipasi, sementara dari Kota Palu sekitar 20 gereja turut meramaikan karnaval.

Sepanjang rute karnaval, setiap peserta menampilkan adegan yang berbeda melalui kostum, teatrikal, hingga dekorasi kendaraan hias. Penampilan mereka dinilai oleh tim juri dari delapan aras gereja, dengan kriteria mencakup kreativitas, penguatan nilai rohani, serta penyampaian cerita.

Panitia juga menyiapkan apresiasi bagi peserta terbaik dengan kategori juara satu hingga tiga, guna mendorong semangat kreativitas dan partisipasi.

“Penilaian dilakukan secara objektif oleh delapan aras gereja, sehingga hasilnya diharapkan benar-benar mencerminkan kualitas penampilan masing-masing peserta,” ujar Pendeta Fany.

Ia berharap, karnaval rohani dengan konsep serupa dapat terus dilaksanakan sebagai agenda tahunan dalam perayaan Paskah, dengan jangkauan peserta yang lebih luas.

“Harapan kami, ke depan karnaval seperti ini bisa terus dilaksanakan dan melibatkan lebih banyak gereja serta lembaga,” tambahnya.

Usai karnaval, rangkaian kegiatan dilanjutkan dengan Ibadah Paskah Pemuda pada pukul 17.30 WITA. Sementara itu, puncak perayaan akan digelar pada Minggu, 26 April 2026, melalui Ibadah Paskah Umum mulai pukul 16.00 WITA, yang kemudian ditutup dengan acara seremonial pada pukul 18.30 WITA.(**)