ELSINDO, PALU – Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah bersama Kantor Wilayah Kementerian Haji dan Umrah Provinsi Sulteng resmi melepas keberangkatan jemaah calon haji asal Sulawesi Tengah menuju Tanah Suci Mekkah, pada Kamis malam, 7 Mei 2026, di Asrama Haji transit Palu.
Sebanyak 1.751 jemaah haji asal Sulteng dijadwalkan berangkat tahun ini. Untuk kloter pertama yakni Kloter 9 BPN, sebanyak 360 jemaah bersama petugas diberangkatkan menuju Embarkasi Balikpapan dalam dua trip penerbangan.
Kepala Kantor Wilayah Kementerian Haji dan Umrah Sulteng, H. Muchlis, menyampaikan apresiasi kepada Gubernur Sulawesi Tengah yang telah mengalokasikan anggaran biaya domestik bagi seluruh jemaah haji asal Sulteng.
Menurutnya, kebijakan tersebut sangat membantu masyarakat karena para jemaah tidak lagi dibebani biaya tambahan menuju Embarkasi Balikpapan.
“Jemaah patut bersyukur karena sebelumnya ribuan jemaah harus memikirkan biaya tambahan sekitar Rp7 juta sampai Rp8 juta per jemaah. Hari ini mereka bisa berangkat dengan tenang menyambut panggilan Allah SWT,” ujar Muchlis.
Ia menjelaskan, Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah menganggarkan sekitar Rp12,4 miliar untuk membiayai transportasi domestik jemaah haji dari Palu menuju Balikpapan.
“Awalnya kami mendapat informasi tidak ada anggaran. Namun setelah kami konsultasikan kepada Bapak Gubernur, beliau menyampaikan, ‘Tenang, saya akan usahakan biaya domestik untuk jemaah haji Sulteng’,” katanya.
Muchlis menilai kebijakan tersebut menjadi solusi nyata bagi para calon jemaah haji di Sulawesi Tengah. Seluruh jemaah kini dapat berangkat tanpa mengeluarkan biaya tambahan sepersen pun untuk perjalanan domestik.
Sementara itu, Gubernur Sulawesi Tengah, Anwar Hafid, meminta seluruh jemaah untuk fokus menjalankan ibadah selama berada di Tanah Suci dan tidak memikirkan urusan di rumah.
“Segala urusan yang di rumah tidak usah dipikir. Yang dipikir adalah Allah mengundang kita, karena kita mendatangi rumah-Nya,” ujar Anwar.
Dalam kesempatan itu, Anwar juga meminta doa dari para jemaah agar ke depan keberangkatan haji asal Sulawesi Tengah dapat dilakukan langsung melalui Bandara Mutiara Sis Al Jufri Palu tanpa transit di Balikpapan.
“Saya lagi berusaha dan meminta doa bapak ibu. Mudah-mudahan di masa jabatan saya ini jemaah haji tidak lagi ke Balikpapan. Karena bandara kita sudah internasional, semoga beberapa tahun ke depan Sulteng juga sudah menjadi embarkasi,” katanya.
Menurut Anwar, pemerintah pusat telah menetapkan Bandara Mutiara Sis Al Jufri Palu sebagai bandara internasional pada tahun 2025. Bahkan pada Juni mendatang, bandara tersebut dijadwalkan melayani penerbangan internasional perdana dengan penumpang asal Tiongkok.
Ia pun berharap seluruh jemaah calon haji menjaga kesehatan menjelang keberangkatan hingga kembali ke Tanah Air.
“Saya berharap semua jemaah calon haji dalam keadaan sehat. Saya tunggu kembali seluruh 1.751 jemaah dengan utuh dan selamat, serta meraih haji mabrur,” tutupnya. (**)
















