Berita  

21 Ribu Pembaca Bergabung di IpusSulteng, Perpustakaan Digital Sulteng Terus Berinovasi Tingkatkan Literasi

Sekretaris Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Provinsi Sulawesi Tengah, Muh. Idham Khalid. (FOTO:FADEL)

ELSINDO, PALU – Transformasi digital terus dilakukan Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Provinsi Sulawesi Tengah melalui layanan iPusSulteng, sebuah perpustakaan digital yang memungkinkan masyarakat meminjam dan membaca buku elektronik (e-book) hanya melalui telepon pintar.

Sekretaris Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Provinsi Sulawesi Tengah, Muh. Idham Khalid, mengatakan kehadiran iPusSulteng merupakan upaya pemerintah daerah untuk mempermudah akses masyarakat terhadap bahan bacaan kapan saja dan di mana saja.

“iPusSulteng merupakan layanan perpustakaan digital yang memberikan akses kepada masyarakat untuk meminjam dan membaca buku digital melalui smartphone secara cepat, kapan pun dan di mana pun,” ujarnya.

Idham mengungkapkan, hingga saat ini jumlah anggota iPusSulteng telah mencapai 21.007 pengguna. Menariknya, pengguna aplikasi tersebut tidak hanya berasal dari Sulawesi Tengah, tetapi juga dari berbagai daerah di Indonesia, seperti Pulau Jawa dan Sulawesi Selatan.

“Justru banyak anggota yang berasal dari luar Sulawesi Tengah. Ini menunjukkan bahwa layanan iPusSulteng sudah dimanfaatkan secara luas oleh masyarakat,” katanya.

Saat ini, koleksi digital yang tersedia mencapai sekitar 721 judul buku. Meski demikian, pihaknya berkomitmen untuk terus menambah koleksi agar kebutuhan literasi masyarakat semakin terpenuhi.

Menurut Idham, keberadaan iPusSulteng diharapkan mampu meningkatkan minat baca masyarakat sekaligus mendorong peningkatan Indeks Pembangunan Literasi Masyarakat (IPLM) di Sulawesi Tengah.

Untuk mengakses layanan tersebut, masyarakat cukup mengunduh aplikasi iPusSulteng di perangkat Android, melakukan instalasi, kemudian mendaftarkan akun sesuai petunjuk yang tersedia. Setiap pengguna dapat meminjam maksimal dua judul buku dengan masa pinjam selama tujuh hari.

Selain buku digital, layanan ini juga menyediakan akses terhadap majalah dan surat kabar digital dengan ketentuan tertentu. Sementara itu, Dinas Perpustakaan dan Kearsipan juga tetap mempertahankan layanan perpustakaan konvensional karena keduanya menjadi bagian penting dalam pengembangan perpustakaan modern.

“Kami tidak meninggalkan buku cetak. Perpustakaan harus memiliki koleksi digital dan non-digital secara bersamaan karena keduanya memiliki fungsi dan penilaian tersendiri,” jelasnya.

Ke depan, Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Provinsi Sulawesi Tengah juga akan menghadirkan inovasi baru berupa katalog digital koleksi deposit yang memuat berbagai buku terbitan Sulawesi Tengah, mulai dari sejarah, budaya, tokoh hingga berbagai karya dari kabupaten dan kota se-Sulawesi Tengah.

Menurut Idham, katalog tersebut nantinya hanya menampilkan informasi, judul, dan ringkasan buku tanpa mengunggah isi secara penuh sebagai bentuk perlindungan terhadap hak cipta.

“Dengan inovasi ini masyarakat akan lebih mudah mengetahui berbagai buku terbitan Sulawesi Tengah yang tersedia untuk kebutuhan pembelajaran maupun penelitian,” tuturnya.

Melalui berbagai inovasi tersebut, Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah berharap budaya membaca masyarakat terus meningkat seiring perkembangan teknologi, sehingga literasi menjadi salah satu fondasi penting dalam mencerdaskan kehidupan masyarakat. (**)