SMKN 2 Palu Siapkan Guru Hadapi Era Digital Lewat In House Training

Sejumlah guru SMKN 2 Palu, saat ikuti IHT. (FOTO:FADEL)

ELSINDO, PALU – Menyambut tahun ajaran baru, SMK Negeri 2 Palu menggelar In House Training (IHT) selama dua hari sebagai upaya meningkatkan kompetensi guru dalam menghadapi tantangan pendidikan di era digital. Seluruh tenaga pendidik dilibatkan dalam pelatihan yang mengusung tema “In House Training Adaptif di Era Digital.”

Wakil Kepala Sekolah Bidang Kesiswaan SMKN 2 Palu, Muhajir Umar, mengatakan kegiatan tersebut merupakan agenda rutin yang dilaksanakan setiap awal semester, khususnya saat memasuki tahun ajaran baru.

“Kegiatan ini merupakan rutinitas yang dilaksanakan setiap awal pembelajaran semester, terutama pada awal tahun ajaran baru. Pelaksanaannya berlangsung selama dua hari, mulai hari ini hingga besok,” ujar Muhajir, Rabu, 9 Juli 2026.

Ia menjelaskan, pelatihan menghadirkan narasumber dari Dinas Pendidikan melalui UPT, Sukri, yang juga merupakan Komite Sekolah SMKN 2 Palu. Materi yang diberikan difokuskan pada penguatan literasi digital bagi guru agar proses pembelajaran semakin modern dan mengikuti perkembangan teknologi.

Menurut Muhajir, seluruh guru mengikuti pelatihan tersebut dengan harapan mampu mengubah pola pembelajaran dari metode konvensional menjadi pembelajaran berbasis digital.

“Harapannya, seluruh guru semakin melek digital sehingga media pembelajaran yang digunakan tidak lagi bersifat konvensional, tetapi berbasis teknologi digital,” katanya.

Salah satu materi yang diperkenalkan dalam pelatihan adalah pemanfaatan perangkat televisi digital interaktif bantuan pemerintah sebagai media pembelajaran di kelas. Selama ini, perangkat tersebut belum dimanfaatkan secara optimal karena masih terbatasnya guru yang memahami cara penggunaannya.

“Di SMKN 2 Palu baru tersedia satu unit. Selama ini baru beberapa guru yang memanfaatkannya. Melalui pelatihan ini kami berharap semua guru mampu mengoperasikan dan memaksimalkan penggunaannya dalam proses belajar mengajar,” jelasnya.

Tak hanya mempelajari penggunaan perangkat digital, para peserta juga dibimbing untuk menyusun bahan ajar berbasis digital. Sebagai luaran kegiatan, setiap guru ditargetkan menghasilkan produk berupa buku pembelajaran digital yang dapat digunakan dalam proses belajar mengajar.

Muhajir berharap pelatihan ini menjadi langkah awal dalam memperkuat transformasi digital di lingkungan SMKN 2 Palu, sehingga kualitas pembelajaran semakin inovatif, interaktif, dan mampu menjawab kebutuhan peserta didik di era digital. (**)