ELSINDO, SIGI– Pemerintah Kabupaten Sigi menjalin kerja sama dengan Universitas Gadjah Mada (UGM) dan Balai Besar Taman Nasional Lore Lindu (BBTNLL) untuk mengembangkan potensi carbon trade (perdagangan karbon) sebagai sumber pendapatan daerah sekaligus menjaga kelestarian hutan.
Hal itu disampaikan Bupati Sigi Mohamad Rizal Intjenae usai pembukaan Festival Danau Lindu atau FDL 2026 di Desa Tomado, Kecamatan Lindu, Kamis (23/7/2026).
Rizal mengatakan, kolaborasi tersebut tidak hanya bertujuan menjaga kawasan hutan, tetapi juga membuka peluang agar masyarakat memperoleh manfaat ekonomi dari upaya pelestarian lingkungan.
“Kita ingin menjaga kelestarian hutan, tetapi masyarakat juga harus mendapat manfaat. Salah satunya melalui skema perdagangan karbon atau carbon trade,” kata Rizal.
Menurutnya, UGM memiliki pengalaman mendampingi sejumlah daerah dalam pengelolaan kawasan hutan dan pengembangan perdagangan karbon. Pengalaman tersebut diharapkan dapat diterapkan di Kabupaten Sigi yang memiliki kawasan hutan luas, termasuk di sekitar Taman Nasional Lore Lindu.
Ia menambahkan, pembahasan teknis mengenai peluang carbon trade akan dilanjutkan dalam seminar dan lokakarya yang menghadirkan tim dari UGM.
Sementara itu, Wakil Bupati Sigi Samuel Y. Pongi menegaskan pemerintah daerah ingin memastikan peluang perdagangan karbon benar-benar dapat memberikan manfaat nyata bagi daerah, terutama di tengah keterbatasan anggaran.
“Perdagangan karbon bukan sekadar wacana. Kami ingin membuktikan bahwa Sigi juga bisa memperoleh manfaat sebagaimana daerah lain yang telah berhasil menjalankannya,” ujar Samuel.
Ia menjelaskan, UGM akan mendampingi Pemkab Sigi mulai dari penyusunan konsep hingga implementasi program agar Kabupaten Sigi dapat memenuhi persyaratan dalam skema perdagangan karbon.
Samuel berharap, jika program tersebut berhasil diwujudkan, desa-desa yang berada di sekitar kawasan hutan akan menjadi penerima manfaat utama melalui berbagai program yang bersumber dari pendanaan carbon trade.(**)
















