ELSINDO, PALU – Universitas Abdul Azis Lamadjido (UNAZLAM) Palu menyambut kunjungan Duta Besar Federasi Rusia untuk Indonesia, yang mulia Sergei Gennadievich Tolchenov. Kunjungan ini menjadi momentum strategis bagi AZLAM untuk membuka peluang kerja sama internasional di bidang pendidikan, pengembangan bahasa dan budaya, serta peningkatan kualitas sumber daya manusia.
Ketua Yayasan Universitas Abdul Azis Lamadjido Palu, Ir. Rendy M. Affandy Lamadjido, MBA, menyampaikan bahwa pengembangan pendidikan tinggi di Sulawesi Tengah tidak dapat dilepaskan dari cita-cita pendiri yayasan, almarhum Abdul Azis Lamadjido, yang sejak awal berkomitmen menghadirkan akses pendidikan berkualitas bagi masyarakat setempat.
Dalam pemaparannya, Rendy menjelaskan bahwa pada masa awal perjuangan pendidikan tersebut, akses masyarakat terhadap perguruan tinggi masih sangat terbatas. Banyak anak daerah harus meninggalkan Sulawesi untuk melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi.
Berangkat dari kondisi itu, Universitas Abdul Azis Lamadjido berupaya membangun lembaga pendidikan yang dapat menjadi wadah bagi generasi muda untuk memperoleh pendidikan berkualitas tanpa harus meninggalkan daerahnya.
Perjalanan tersebut kemudian berkembang melalui pendirian sejumlah lembaga pendidikan yang menjadi bagian dari sejarah perkembangan Universitas Abdul Azis Lamadjido saat ini.
“Semangat pendirian universitas ini adalah memberikan kesempatan kepada masyarakat lokal untuk mendapatkan pendidikan tinggi yang berkualitas,” demikian inti pesan yang disampaikan dalam pemaparan sejarah dan visi pengembangan universitas, Rabu, 21 Oktober 2026.
Rendy juga memaparkan bahwa Universitas Azis Lamadjido telah menjalin kerja sama dengan sejumlah mitra internasional, di antaranya Yordania dalam pengembangan bahasa dan budaya Arab serta mitra dari Tiongkok dalam pengenalan bahasa dan budaya Tiongkok.
Melalui kunjungan Duta Besar Federasi Rusia, UNAZLAM berharap dapat memperluas jejaring internasional dengan membuka peluang kerja sama serupa bersama Rusia, khususnya dalam pengembangan bahasa, kebudayaan, dan pendidikan tinggi.
Kerja sama tersebut diharapkan tidak berhenti pada pertukaran pengetahuan dan kebudayaan, tetapi juga berkembang menjadi kesempatan pendidikan lanjutan bagi mahasiswa dan lulusan AZLAM.
Duta Besar Federasi Rusia, Sergei Gennadievich Tolchenov, menyampaikan harapan agar hubungan kerja sama antara Unazlam dan Rusia dapat terjalin dengan baik serta membuka kesempatan bagi mahasiswa Indonesia untuk melanjutkan pendidikan di Rusia.
Peluang ini menjadi penting mengingat penguasaan ilmu pengetahuan dan teknologi strategis membutuhkan dukungan pendidikan, riset, serta kolaborasi lintas negara.
Salah satu peluang yang menjadi perhatian ialah kesempatan bagi lulusan sarjana (S1) untuk melanjutkan studi di Rusia, termasuk pada bidang teknologi nuklir dan atom.
Dalam kesempatan tersebut, Rektor Universitas Abdul Azis Lamadjido, Dr. Livawanti, S.P., M.P., memperkenalkan sejumlah fakultas dan program studi yang dikelola universitas. Ia juga memaparkan perkembangan institusi beserta program akademik yang disiapkan untuk menjawab kebutuhan masyarakat dan dunia kerja.
Universitas Abdul Azis Lamadjido terus mengembangkan bidang keilmuan melalui sejumlah program sarjana, antara lain Manajemen, Akuntansi, Ilmu Administrasi Negara, Ilmu Komunikasi, Agroteknologi, Peternakan, Sains Pertanian, Hukum Bisnis, Biologi, Administrasi Kesehatan, dan Rekayasa Pertambangan.
Selain pengembangan program sarjana, universitas juga membuka program Magister Manajemen (S2) sebagai bagian dari upaya memperluas akses pendidikan pascasarjana di Sulawesi Tengah. Serta di Unazlam ketambahan Fakultas bidang kedokteran dan kesehatan masyarakat.
Pihak universitas menyampaikan bahwa program-program akademiknya telah memperoleh akreditasi resmi sesuai dengan ketentuan yang berlaku. Informasi akreditasi masing-masing program studi dapat menjadi bagian dari penguatan kepercayaan publik terhadap mutu pendidikan yang diselenggarakan.
Kunjungan Duta Besar Rusia ini diharapkan menjadi langkah awal untuk membangun hubungan yang lebih konkret antara Unazlam dan institusi pendidikan di Rusia.
Bagi UNAZLAM, peluang tersebut bukan hanya tentang memperluas hubungan diplomatik di bidang pendidikan, tetapi juga membuka cakrawala baru bagi mahasiswa dan lulusan agar dapat mengakses pendidikan berstandar internasional serta mengembangkan kompetensi di bidang teknologi masa depan.
Dengan berlandaskan semangat pendiriannya untuk memajukan pendidikan masyarakat lokal, UNAZLAM Palu berupaya memperkuat posisinya sebagai salah satu institusi pendidikan tinggi yang berorientasi pada kolaborasi global.
Harapannya, pertemuan ini dapat ditindaklanjuti melalui penjajakan program bersama, pengembangan pembelajaran bahasa Rusia, pertukaran akademik, hingga peluang studi lanjutan bagi mahasiswa Indonesia di Rusia.
Dari Palu, UNAZLAM berupaya membuka jalan bagi generasi muda Sulawesi Tengah untuk menjangkau peluang pendidikan yang lebih luas, termasuk di bidang sains dan teknologi strategis dunia.
Dalam kegiatan itu hadir sejumlah Wakil Dekan, Dekan serta beberapa mahasiswa Unazlam. Hadir pula perwakilan dari Dinas Pendidikan Provinsi Sulteng, Disdikbud Palu dan Bappeda Palu. (**)














