• dinas pangan
Daerah  

Bupati: Durian Taunca Poso Pesisir Bisa Jadi Komoditi Unggulan Daerah

FOTO BERSAMA- Bupati dr Verna G.M Inkiriwang, foto bersama petani durian Taunca Poso Pesisir, Jumat, (3/3/23). FOTO: IST

ELSINDO, POSO- Di sela kesibukannya melakukan anjagsana dalam rangkaian HUT Kota Poso 128, Bupati dr Verna G.M Inkiriwang, menyempatkan diri mengunjungi petani durian dan turut merasakan kegembiraan masyarakat Taunca yang sedang panen durian, Jumat, (3/3/23).

Bupati Poso saat itu juga mencoba cara memetik durian langsung dari pohonnya dengan menggunakan alat sederhana bersama petani durian. Dengan menggunakan gunting serta jaring, durian montong dipetik hati hati agar tidak langsung jatuh ke tanah sehingga buah durian tidak rusak dan tetap utuh.

Bupati Poso didampingi suaminya yang juga Ketua PMI Poso Roy Kaloh, Sekretaris Daerah Kabupaten Poso Frits Sampurnama, SH. M.Ap, serta beberapa kepala OPD Poso. Rombongan menikmati lezatnya suguhan durian Taunca yang terkenal legit dan lembut dengan ketebalan tekstur dagingnya yang padat.

Menurut Bupati, produksi tanaman durian Taunca Poso pesisir kedepan bisa menjadi komoditi unggulan daerah bersama wilayah kecamatan lainnnya seperti Pamona Selatan, khususnya di Desa Mayasari, yang juga mengandalkan tanaman durian sebagai komoditi unggulan saat ini.

“Apalagi empat tahun kedepan sesuai laporan pak kades Desa Taunca yang masih memiliki 100 hektare kebun tanaman durian yang siap panen tentu saja menjadi harapan masyarakat petani durian bias surplus durian karena pada saat itu ada 200 san hectare tanaman durian siap produksi/panen,” ujar Verna.

Melihat besarnya potensi tanaman durian Desa Taunca Poso Pesisir ini, Verna memerintahkan OPD terkait untuk memberikan dukungan penuh agar para petani durian bisa lebih nayaman menuju kebun dengan membuatkan jalan kantong produksi serta akses jalan lingkar yang langsung menghubungkan Ibu Kota kabupaten yang pengerjaannya bisa dimulai pada tahun ini melalui anggaran perubahan.

Bupati Poso juga meminta dinas terkait UMKM dan ketahanan pangan untuk melakukan pembinaan agar ibu-ibu petani durian bisa membuat home industri dari bahan durian. Ini untuk penambahan peningkatan pendapatan keluarga yang bisa dipasarkan baik di tingkat lokal maupun keluar Poso dengan jaminan mutu produksi yang berkualitas. (*/CHL)