Berita  

Dinas P2KB Sulteng Perkuat Pembangunan Keluarga, Stunting Jadi Perhatian Utama

Sekretaris Dinas P2KB Provinsi Sulawesi Tengah, Dr. Budi Lamaka, SKM, M.Kes. (FOTO: IST)

ELSINDO, PALU — Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (P2KB) Provinsi Sulawesi Tengah menempatkan pembangunan keluarga sebagai salah satu indikator penting dalam mendukung pencapaian target pembangunan daerah periode 2025-2029.

Sekretaris Dinas P2KB Provinsi Sulawesi Tengah, Dr. Budi Lamaka, SKM, M.Kes, mengatakan seluruh program dan kegiatan yang dilaksanakan pihaknya mengacu pada indikator kinerja utama yang tertuang dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Sulawesi Tengah 2025-2029.

Hal itu disampaikan Budi saat ditemui sejumlah awak media di ruang kerjanya, Rabu (12/8/2026) siang.

“Itu yang menjadi acuan. Tentu juga tidak terlepas dengan sinkronisasi RPJMN,” ujar Budi.

Menurutnya, arah pembangunan Dinas P2KB Sulteng juga memiliki keterkaitan erat dengan agenda pembangunan nasional, khususnya di sektor kesehatan.

Di tingkat daerah, kebijakan tersebut sejalan dengan Asta Cita Keempat Presiden RI serta misi pertama Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah 2025-2029, yakni mewujudkan masyarakat yang sehat, cerdas dan sejahtera melalui pemenuhan kebutuhan dasar serta penyediaan lapangan kerja.

Salah satu indikator yang menjadi perhatian adalah Indeks Modal Manusia (IMM). Sementara di lingkungan Dinas P2KB Sulteng, indikator utama pembangunan keluarga diukur melalui Indeks Pembangunan Keluarga (iBangga).

Budi menjelaskan, iBangga mencakup tiga dimensi utama, yakni kemandirian, ketenteraman dan kebahagiaan.

“Terdiri dari dimensi kemandirian, dimensi ketenteraman dan dimensi kebahagiaan. Itu yang menjadi indikator bahwa OPD P2KB Sulteng berhasil,” jelasnya.

Pembangunan Keluarga dan Stunting Saling Berkaitan

Budi menegaskan, keberhasilan pembangunan keluarga tidak berhenti pada terciptanya keluarga yang mandiri dan sejahtera. Lebih jauh, kualitas keluarga memiliki hubungan erat dengan upaya pencegahan stunting.

“Dan keberhasilan itu ujung-ujungnya ialah stunting,” tegasnya.

Ia menjelaskan, semakin baik tingkat kemandirian, ketenteraman dan kebahagiaan sebuah keluarga, maka semakin besar pula peluang keluarga tersebut mampu memenuhi kebutuhan tumbuh kembang anak dan mencegah terjadinya stunting.

Karena itu, Dinas P2KB Sulteng terus mendorong penguatan deteksi terhadap akar penyebab stunting di setiap wilayah.

Salah satu upaya yang dilakukan adalah melalui pemanfaatan aplikasi untuk mendeteksi faktor penyebab stunting yang dikembangkan bersama mitra, termasuk Universitas Tadulako (Untad) Palu.

“Makanya kemarin ada deteksi akar penyebab stunting. Diharapkan dengan aplikasi itu bisa diketahui, dengan tetap membangun kemitraan kepada Untad Palu, setiap daerah di Sulteng akan berbeda penyebab stuntingnya,” ungkap Budi.

Menurutnya, persoalan stunting tidak bisa disamaratakan. Setiap daerah dapat memiliki faktor penyebab yang berbeda, mulai dari kondisi sosial ekonomi hingga pola pengasuhan di dalam keluarga.

“Mungkin misalnya di salah satu daerah penyebab terjadinya stunting ialah karena pola asuh,” ujarnya.

Budi juga menekankan pentingnya pemenuhan kebutuhan gizi anak sejak awal kehidupan. Masa 1.000 hari pertama kehidupan (HPK), mulai dari kehamilan hingga anak berusia sekitar dua tahun, disebut sebagai periode emas yang sangat menentukan kualitas tumbuh kembang anak.

Pada fase tersebut, keluarga harus memastikan anak memperoleh asupan gizi yang cukup, terutama protein.

“Pada seribu hari itu namanya periode emas, dengan memperbanyak asupan protein,” tegasnya.

Ia mengingatkan agar persoalan stunting tidak dipandang sebagai masalah sederhana. Sebab, dampaknya bukan hanya dirasakan oleh anak dan keluarga saat ini, tetapi dapat memengaruhi kualitas sumber daya manusia Sulawesi Tengah dalam jangka panjang.

“Jika masalah stunting kita tidak peduli, tidak perhatikan, maka yakin 20-30 tahun ke depan sumber daya manusia kita di bawah standar,” pungkasnya.

Sejalan dengan Program BERANI

Di akhir keterangannya, Budi menegaskan bahwa berbagai program Dinas P2KB Sulteng juga diarahkan untuk mendukung dua program prioritas Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah.

Yakni BERANI Sehat, melalui percepatan penurunan stunting, serta BERANI Sejahtera melalui penguatan keluarga berkualitas.

Dengan demikian, pembangunan keluarga tidak hanya ditempatkan sebagai program kependudukan dan keluarga berencana, tetapi menjadi bagian penting dari strategi jangka panjang untuk membangun generasi Sulawesi Tengah yang sehat, berkualitas dan berdaya saing. (**)