Berita  

Dinkes Sulteng Perkenalkan Aplikasi E-Berani Germas, Dorong Budaya Hidup Sehat Berbasis Digital

Kepala Seksi Promosi Kesehatan Bidang Kesehatan Masyarakat Dinas Kesehatan Provinsi Sulawesi Tengah, Oyong Rizal, SKM. (FOTO:FADEL)

ELSINDO, PALU – Dinas Kesehatan Provinsi Sulawesi Tengah terus memperkuat implementasi Gerakan Masyarakat Hidup Sehat (Germas) melalui inovasi digital. Salah satunya dengan menghadirkan aplikasi E-Berani Germas, sebuah platform pelaporan kegiatan hidup sehat yang dapat digunakan oleh berbagai elemen masyarakat, mulai dari organisasi perangkat daerah (OPD), sekolah, perguruan tinggi, perusahaan hingga organisasi kemasyarakatan.

Kepala Seksi Promosi Kesehatan Bidang Kesehatan Masyarakat Dinas Kesehatan Provinsi Sulawesi Tengah, Oyong Rizal, SKM, mengatakan aplikasi tersebut dirancang untuk mempermudah pelaporan kegiatan Germas secara digital dan terintegrasi.

Menurutnya, aplikasi tersebut sebenarnya telah diluncurkan pada 2025, namun implementasinya baru mulai dimaksimalkan tahun ini.

“Tujuan aplikasi ini agar seluruh laporan Germas bisa terdokumentasi secara digital. Tahun lalu sudah diluncurkan, tetapi belum berjalan optimal. Tahun ini kami kembali membumikan aplikasi ini agar dapat dimanfaatkan secara luas,” ujarnya.

Oyong menjelaskan, Germas merupakan program nasional yang wajib dilaksanakan seluruh daerah sebagaimana diamanatkan dalam Peraturan Presiden Nomor 1 Tahun 2017 tentang Gerakan Masyarakat Hidup Sehat. Karena itu, setiap aktivitas yang mendukung pola hidup sehat dapat dilaporkan melalui aplikasi tersebut.

Contohnya, kegiatan kerja bakti lingkungan, olahraga bersama, fun run, fun bike, konsumsi buah dan sayur, hingga pemeriksaan kesehatan gratis. Seluruh aktivitas tersebut dapat diunggah lengkap dengan dokumentasi sebagai bukti pelaksanaan.

“Misalnya ada OPD yang melaksanakan kerja bakti, itu bisa dilaporkan. Begitu juga kegiatan olahraga atau penyediaan buah dan sayur dalam setiap pertemuan. Semua itu merupakan indikator Germas yang dapat dicatat dalam aplikasi,” jelasnya.

Lebih lanjut, laporan yang terkumpul melalui aplikasi akan menjadi bagian dari data yang dilaporkan ke pemerintah pusat, termasuk kepada Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas).

Menariknya, aplikasi E-Berani Germas tidak hanya diperuntukkan bagi instansi pemerintah. Masyarakat umum dan berbagai organisasi juga dapat berpartisipasi.

“Semua bisa melaporkan, mulai dari OPD, universitas, perusahaan, PKK, Dharma Wanita, organisasi keagamaan, hingga komunitas masyarakat lainnya. Kami ingin seluruh elemen terlibat dalam gerakan hidup sehat ini,” katanya.

Melalui aplikasi tersebut, Dinas Kesehatan dapat memantau sejauh mana partisipasi masyarakat dalam menerapkan perilaku hidup sehat. Data yang masuk juga menjadi indikator perubahan perilaku masyarakat dari waktu ke waktu.

Oyong menegaskan bahwa perubahan perilaku merupakan kunci utama dalam meningkatkan derajat kesehatan masyarakat.

“Kalau perilakunya berubah menjadi lebih sehat, otomatis risiko penyakit akan menurun. Itulah target utama kami melalui promosi kesehatan,” ungkapnya.

Program ini juga selaras dengan visi Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah melalui program Berani Sehat yang diusung Gubernur dan Wakil Gubernur Sulawesi Tengah. Karena itu, aplikasi tersebut diberi nama E-Berani Germas sebagai bagian dari dukungan terhadap program prioritas daerah.

Saat ini, Dinas Kesehatan Sulteng terus mendorong kabupaten dan kota untuk mengoptimalkan penggunaan aplikasi tersebut. Meski dihadapkan pada keterbatasan anggaran akibat kebijakan efisiensi, pihaknya tetap berupaya melakukan pendampingan kepada operator yang ditunjuk di masing-masing daerah.

“Kami berharap ke depan bisa turun langsung ke kabupaten dan kota untuk memberikan pelatihan tatap muka. Dengan begitu operator lebih memahami cara pengisian dan pelaporan kegiatan Germas,” ujarnya.

Melalui E-Berani Germas, Dinas Kesehatan Sulteng berharap semakin banyak masyarakat yang terlibat dalam berbagai aktivitas hidup sehat, mulai dari olahraga rutin, menjaga kebersihan lingkungan, mengonsumsi makanan bergizi, hingga memanfaatkan program Cek Kesehatan Gratis (CKG).

“Harapan kami, masyarakat yang sebelumnya belum tahu menjadi tahu, yang belum mau menjadi mau, dan yang belum mampu menjadi mampu menerapkan perilaku hidup sehat. Dengan begitu kualitas kesehatan masyarakat Sulawesi Tengah akan terus meningkat,” tutup Oyong. (**)