ELSINDO, PALU – Dukungan terhadap program Palu Mandiri, Adaptif dan Stabilitas Pangan (Palu Mapan) terus menguat. Anggota DPRD Kota Palu dari Fraksi PKB, H. Nanang, menyatakan dukungan penuh terhadap program unggulan Pemerintah Kota Palu tersebut sebagai langkah strategis menekan inflasi sekaligus memperkuat ekonomi masyarakat.
Menurut Nanang, program pemanfaatan lahan tidur akan berdampak besar bagi kesejahteraan warga apabila dibarengi pembinaan dan pendampingan yang serius dari pemerintah daerah.
“Program ini sangat baik untuk membantu masyarakat. Yang penting ada pendampingan dan keberpihakan kepada warga,” ujarnya di Palu, Sabtu (16/5).
Nanang bahkan mendorong Pemerintah Kota Palu agar mengakomodasi masyarakat yang selama ini telah mengelola lahan berstatus Hak Guna Bangunan (HGB) namun ditelantarkan oleh pemegang izin.
Berdasarkan data DPRD Kota Palu, kata dia, luas lahan HGB di wilayah tersebut diperkirakan mencapai sekitar 40 ribu hektare dan sebagian besar dalam kondisi tidak produktif.
“Lahan-lahan terlantar itu harus dioptimalkan dan melibatkan masyarakat. Jangan dibiarkan begitu saja,” tegasnya.
Ia menilai, pemanfaatan lahan tidur untuk sektor pertanian produktif dapat menjadi solusi ganda, yakni meningkatkan pendapatan masyarakat sekaligus memperkuat ketahanan pangan daerah.
Sebagai anggota Badan Anggaran (Banggar) DPRD Kota Palu, Nanang menegaskan kesiapannya mendukung penganggaran program Palu Mapan selama benar-benar berpihak kepada kepentingan masyarakat.
“Pada intinya saya sangat mendukung program ini. Sambil menunggu masa aktif izin HGB berakhir, pemerintah sebaiknya tidak lagi memperpanjang izin tersebut dan lebih memprioritaskan pemanfaatannya untuk masyarakat,” katanya.
Sebelumnya, Pemerintah Kota Palu menyampaikan akan mengoptimalkan keterlibatan masyarakat dalam pengelolaan lahan tidur melalui program Palu Mapan yang menjadi salah satu program unggulan Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) Kota Palu tahun 2026.
Sekretaris Daerah Kota Palu, Irmayanti Petalolo, menjelaskan program tersebut difokuskan pada pemanfaatan lahan kosong menjadi lahan pertanian produktif dengan melibatkan masyarakat serta pemilik lahan di masing-masing wilayah.
“Mapan adalah program unggulan TPID 2026, memanfaatkan lahan tidur atau lahan kosong untuk bertani dengan melibatkan masyarakat pemilik lahan di masing-masing wilayah,” jelas Irmayanti saat rapat koordinasi pelaksanaan program unggulan TPID Kota Palu.
Ia menambahkan, lahan kosong nantinya akan ditanami berbagai komoditas hortikultura dan tanaman pangan strategis seperti cabai dan bawang merah yang selama ini menjadi penyumbang utama inflasi daerah.
Selain memperkuat ketahanan pangan, program tersebut diharapkan mampu menjaga stabilitas harga kebutuhan pokok serta meningkatkan pendapatan masyarakat melalui sektor pertanian.
Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), inflasi tahunan Kota Palu pada Februari 2026 tercatat sebesar 5,22 persen, meningkat dibanding Januari 2026 yang berada di angka 4,35 persen. (**)














