ELSINDO, MAKKAH — Ketua Kloter BPN 9 Embarkasi Balikpapan, Muh. Syamsu Nursi, mengumpulkan seluruh jemaah haji asal Sulawesi Tengah di Musala Hotel, Selasa (12/5/2026) waktu Arab Saudi.

Pertemuan tersebut digelar untuk memberikan arahan terkait kesehatan, keamanan, serta persiapan menghadapi puncak ibadah haji di Arafah, Muzdalifah, dan Mina (Armuzna) yang tinggal sekitar dua pekan lagi.
Kegiatan itu diikuti seluruh jemaah Kloter BPN 9 bersama pembimbing ibadah dan petugas kesehatan.
Dalam arahannya, Syamsu menekankan pentingnya menjaga kondisi fisik, khususnya bagi jemaah lanjut usia (lansia), mengingat cuaca di Kota Makkah saat ini cukup panas.
“Kami kembali mengingatkan seluruh jemaah agar menjaga kondisi kesehatan, terutama para jemaah lansia. Dengan cuaca Makkah yang sangat panas, kami imbau agar mengurangi aktivitas di luar hotel pada siang hari,” ujar Syamsu.
Ia juga meminta jemaah memperbanyak konsumsi air putih guna mencegah dehidrasi dan menjaga stamina selama menjalankan ibadah di Tanah Suci.
Selain itu, jemaah disarankan melaksanakan salat Zuhur dan Asar di musala hotel agar tidak terlalu sering keluar ketika suhu udara sedang terik.
“Jemaah diminta memperbanyak minum air putih dan mengurangi aktivitas di luar hotel, terutama pada jam-jam terik. Ini penting agar kondisi fisik tetap terjaga sampai puncak Armuzna,” katanya.
Dalam kesempatan tersebut, Syamsu turut mengingatkan pentingnya membawa kartu identitas, terutama kartu Nusuk, setiap kali keluar hotel, termasuk saat menuju Masjidil Haram.
Menurutnya, aparat keamanan Arab Saudi saat ini memperketat pemeriksaan terhadap seluruh jemaah haji.
“Setiap jemaah wajib membawa kartu Nusuk. Jika tidak, mereka bisa tertahan di pemeriksaan dan tidak dapat masuk untuk melaksanakan ibadah,” tegasnya.
Tak hanya itu, Ketua Kloter BPN 9 juga meminta jemaah untuk tidak tergesa-gesa berbelanja oleh-oleh dan lebih memprioritaskan kesehatan menjelang pelaksanaan Armuzna.
“Kami minta jemaah fokus dulu pada kesehatan. Belanja bisa dilakukan nanti setelah seluruh rangkaian ibadah utama selesai,” ujarnya.
Syamsu juga mengingatkan jemaah agar memperhatikan batas bagasi yang telah ditetapkan maskapai Garuda Indonesia. Barang bawaan yang melebihi ketentuan, kata dia, menjadi tanggung jawab masing-masing jemaah dan disarankan menggunakan jasa kargo.
“Jangan sampai membawa tas tambahan di luar koper resmi yang telah ditentukan. Jika ada kelebihan barang, kami sarankan menggunakan jasa kargo,” katanya.
Ia berharap seluruh jemaah Kloter BPN 9 tetap disiplin mengikuti arahan petugas sehingga seluruh rangkaian ibadah haji dapat berjalan aman, sehat, dan lancar hingga kembali ke Tanah Air. (**)
















