• dinas pangan
Berita  

Kecelakaan Kerja di PT. OSMI Menimbulkan Kontroversi

OSMI
Seorang pekerja bernama Rikman dari Perusahaan OSMI mengalami kecelakaan saat melakukan pekerjaan di Dept. Equipment Erection 3, Divisi Mekanik Kiln, Dryer, dan Grinding. FOTO: IST

ELSINDO, PALU- Pada tanggal 27 Maret 2024, sekitar pukul 08.10 WITA, seorang pekerja bernama Rikman dari Perusahaan Ocean Sky Metal Industri (OSMI) mengalami kecelakaan saat melakukan pekerjaan di Dept. Equipment Erection 3, Divisi Mekanik Kiln, Dryer, dan Grinding. Kepala formen, Waxingxing, memerintahkan Rikman dan rekan-rekannya untuk membuat penyekat panas (dinding) bering kiln. Namun, saat mengangkat panel blok, Rikman tidak dapat menahan beban berat yang membuat jari telunjuk kirinya terjepit, mengakibatkan luka serius.

Rikman segera mendapat pertolongan pertama dari rekannya dan dibawa ke tempat istirahat divisi mekanik hoist crane. Kemudian, dia dilarikan ke klinik IMIP dengan mobil perusahaan. Di klinik, dokter melakukan tindakan menjahit jari Rikman yang sobek dengan delapan jahitan dan memberikan surat keterangan sakit selama tiga hari.

Pada tanggal 29 Maret 2024, Rikman diminta oleh formen untuk mengambil surat keterangan bekerja (SKB) di klinik IMIP, meskipun kondisinya belum pulih. Namun, dokter menolak memberikan SKB karena kondisi kesehatannya belum memungkinkan untuk kembali bekerja. Hal ini mengakibatkan konflik antara Rikman, formen, dan pihak klinik.

Dalam wawancara dengan SBIPE IMIP MOROWALI, yang juga merupakan anggota serikat buruh, Rikman mengecam tindakan formen yang memaksanya untuk bekerja sebelum pulih sepenuhnya. Serikat buruh menuntut jaminan pelayanan kesehatan untuk Rikman, menghentikan intimidasi terhadapnya, dan memastikan bahwa tidak ada sanksi bagi Rikman setelah kembali bekerja. Selain itu, mereka menyerukan penghentian perintah kerja yang berpotensi membahayakan buruh serta memperjuangkan hak-hak korban atas jaminan kecelakaan kerja (JKK).

Serikat buruh juga mengajak seluruh buruh untuk bersatu dan melawan kebijakan yang merugikan di kawasan IMIP.(*)