Kemiskinan Sigi Turun, Stunting Anjlok, Pemkab Komitmen Tutup Tambang Ilegal

ELSINDO, SIGI– Sejumlah indikator pembangunan di Kabupaten Sigi menunjukkan tren positif pada 2025. Data resmi dari Badan Pusat Statistik mencatat persentase kemiskinan di daerah itu turun menjadi 10,47 persen, dari sebelumnya 12,06 persen pada 2024.

Jumlah penduduk miskin di Kabupaten Sigi pada 2025 tercatat sekitar 28.604 jiwa dari total penduduk 273,2 ribu jiwa. Pemerintah daerah menyatakan upaya pengentasan kemiskinan terus diperkuat melalui berbagai program pemberdayaan masyarakat.

Bupati Sigi, Mohamad Rizal Intjenae mengatakan pemerintah daerah terus mendorong seluruh perangkat daerah hingga pemerintah desa agar serius menangani persoalan kemiskinan.

“Kami mengimbau seluruh kepala desa dan camat memperhatikan setiap kondisi warganya, khususnya yang masuk kategori miskin ekstrem,” kata Rizal beberapa waktu lalu.

Selain itu, capaian signifikan juga terlihat pada sektor kesehatan. Berdasarkan data e-PPGBM yang dilaporkan ke Kementerian Kesehatan Republik Indonesia, angka stunting di Kabupaten Sigi pada 2025 turun menjadi 11,55 persen dari 33 persen pada tahun sebelumnya.

Penurunan tersebut didorong oleh kolaborasi lintas sektor, mulai dari Tim Percepatan Penurunan Stunting (TPPS), PKK, hingga pemerintah kecamatan dan desa yang memperkuat pelayanan posyandu dan intervensi gizi bagi ibu hamil dan anak berisiko stunting.

Di sektor lingkungan, Pemerintah Kabupaten Sigi juga menegaskan komitmennya menghentikan aktivitas tambang emas ilegal di kawasan konservasi Taman Nasional Lore Lindu.

Rizal menegaskan pemerintah daerah tidak mengizinkan aktivitas pertambangan tanpa izin di wilayah tersebut.

“Dengan tegas saya katakan Kabupaten Sigi bebas dari aktivitas tambang emas ilegal,” ujarnya.

Ia menambahkan pemerintah daerah bersama aparat keamanan dan pihak terkait berkomitmen menjaga kawasan konservasi serta mendorong pembangunan daerah yang berkelanjutan.

Pemerintah Kabupaten Sigi menyatakan akan terus memperkuat berbagai program pembangunan, khususnya pengentasan kemiskinan, percepatan penurunan stunting, serta perlindungan lingkungan demi meningkatkan kesejahteraan masyarakat.(**)