ELSINDO, PALU – Pascagempa yang mengguncang Kota Palu dan sekitarnya pada Selasa (16/6/2026), Madrasah Aliyah Negeri (MAN) 2 Kota Palu mengambil langkah cepat dengan menghentikan sementara seluruh aktivitas di lingkungan sekolah dan mengalihkan pembinaan siswa secara daring demi menjamin keselamatan warga madrasah.
Kepala MAN 2 Kota Palu, Dr. H. Taufik, mengatakan keputusan tersebut diambil setelah pihak sekolah menggelar rapat bersama para wakil kepala madrasah serta mempertimbangkan kekhawatiran para orang tua terhadap keselamatan anak-anak mereka.
“Menyikapi peristiwa gempa bumi yang terjadi pada 16 Juni 2026, kami segera berkoordinasi dan sejak kemarin telah mengeluarkan imbauan kepada seluruh orang tua dan siswa agar tidak beraktivitas di sekolah. Semua bimbingan dan pengarahan dilaksanakan secara daring dari rumah,” ujar Taufik.
Ia menjelaskan, kegiatan belajar mengajar sebenarnya telah selesai memasuki akhir semester. Saat ini, siswa hanya menunggu pembagian rapor yang dijadwalkan pada 19 Juni 2026. Meski tidak ada pembelajaran tatap muka, wali kelas tetap memberikan arahan dan pembinaan kepada siswa secara online.
“Kami berharap kondisi Kota Palu dan sekitarnya tetap aman sehingga pembagian rapor sesuai kalender pendidikan dapat berjalan dengan baik,” katanya.
Selain mengutamakan keselamatan siswa, pihak madrasah juga melakukan pemeriksaan terhadap kondisi bangunan pascagempa. Hasil pengecekan yang dilakukan tim sarana dan prasarana menemukan sejumlah kerusakan di beberapa bagian gedung.
“Kerusakan yang ditemukan antara lain plafon kantor, ruang kelas, dan aula yang berjatuhan, retakan pada dinding, penurunan lantai yang menyebabkan keramik pecah, serta kerusakan pada masjid yang usianya sudah sekitar 50 tahun. Kondisi ini cukup mengkhawatirkan,” ungkapnya.
Menurut Taufik, pihak sekolah segera melakukan perbaikan ringan agar tidak menimbulkan trauma bagi siswa dan warga madrasah saat kembali beraktivitas.
“Plafon yang rusak, dinding yang retak, serta lantai yang pecah akan segera diperbaiki dengan melibatkan tukang agar lingkungan madrasah kembali aman dan nyaman,” jelasnya.
Sementara itu, Wakil Kepala Madrasah Bidang Kesiswaan, Muhammad Rendy, menegaskan bahwa tidak hanya kegiatan belajar mengajar yang dialihkan secara daring, tetapi seluruh aktivitas ekstrakurikuler dan pembinaan prestasi siswa juga untuk sementara dihentikan dari sekolah.
“Persiapan lomba, kegiatan ekstrakurikuler, dan berbagai pembinaan kami istirahatkan dulu. Semua dilakukan dari rumah karena kondisi saat ini belum kondusif dan kami tidak ingin menambah kekhawatiran orang tua,” katanya.
Menurutnya, aktivitas siswa di MAN 2 Kota Palu selama ini cukup padat. Namun, demi keselamatan bersama, seluruh kegiatan nonakademik untuk sementara ditiadakan hingga situasi benar-benar aman.
“Semua kegiatan selain pembelajaran kami lakukan secara daring dari rumah. Keselamatan siswa tetap menjadi prioritas utama,” pungkasnya. (**)













