ELSINDO, MORUT- Pemerintah Kabupaten Morowali Utara meminta seluruh organisasi perangkat daerah (OPD) memperkuat integritas dan mempercepat tindak lanjut hasil pemeriksaan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK).
Hal itu disampaikan Inspektur Daerah Morowali Utara, Romel Erwin Tungka, saat menjadi pembina Apel Pagi di Pelataran Kantor Bupati Morowali Utara, Senin (5/10/2026).
Romel meminta OPD serius memenuhi indikator tata kelola pemerintahan, termasuk dokumen yang menjadi bagian dari penilaian Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).
Menurutnya, capaian sejumlah indikator integritas Morowali Utara masih berada di bawah rata-rata nasional. Karena itu, pemenuhan data dan dokumen harus dilakukan melalui koordinasi seluruh OPD terkait.
“Jangan menganggap penilaian integritas hanya menjadi urusan satu OPD. Pencapaiannya membutuhkan dukungan dan koordinasi seluruh perangkat daerah,” kata Romel.
Ia juga mengingatkan ASN untuk mengikuti Survei Penilaian Integritas (SPI) KPK apabila masuk dalam sampel survei. SPI, kata dia, berbeda dengan Sistem Pengendalian Intern Pemerintah (SPIP).
Terkait temuan BPK, Romel meminta seluruh OPD segera menyelesaikan rekomendasi yang masih menjadi tanggung jawab masing-masing.
Penyelesaian temuan tahun 2025 ditargetkan paling lambat 10 Oktober 2026, sedangkan temuan tahun-tahun sebelumnya hingga 31 Oktober 2026.
“Jangan sampai tindak lanjut temuan dibiarkan berlarut-larut. Segera selesaikan sesuai kewenangan dan dokumentasikan prosesnya,” tegasnya.
Romel menambahkan, Inspektorat akan terus memantau progres tindak lanjut setiap OPD. Penyelesaian rekomendasi bukan sekadar memenuhi administrasi, tetapi juga mencegah persoalan berkembang menjadi masalah hukum.
Dalam apel tersebut, Romel juga mengajak ASN memanfaatkan program peningkatan pendidikan untuk melanjutkan studi ke jenjang sarjana, magister maupun doktoral guna meningkatkan kompetensi dan profesionalisme aparatur.(**)













