Pendaftar Membludak, MTsN 2 Kota Palu Tambah 2 Kelas dan Terima 288 Siswa Baru

Kepala MTsN 2 Kota Palu, Hj. Munira Labalado. (FOTO:FADEL)

ELSINDO, PALU – Tingginya animo masyarakat untuk menyekolahkan anaknya di Madrasah Tsanawiyah Negeri (MTsN) 2 Kota Palu membuat pihak sekolah mengambil langkah khusus dengan menambah jumlah rombongan belajar (rombel) pada penerimaan peserta didik baru tahun ajaran 2026/2027.

Kepala MTsN 2 Kota Palu, Hj. Munira Labalado, mengungkapkan bahwa proses penerimaan siswa baru dilakukan melalui dua jalur, yakni jalur prestasi dan jalur reguler. Pada jalur prestasi, jumlah pendaftar mencapai lebih dari 100 orang, sedangkan pada jalur reguler tercatat sekitar 560 calon siswa yang mendaftar.

“Dari kedua jalur tersebut, setelah melalui seleksi tertulis dan wawancara, kami menerima sebanyak 288 siswa baru,” ujar Hj. Munira.

Awalnya, MTsN 2 Kota Palu hanya berencana membuka tujuh kelas seperti tahun-tahun sebelumnya. Namun, membludaknya jumlah pendaftar membuat pihak sekolah bersama komite menggelar rapat dan memutuskan menambah menjadi sembilan kelas.

Menurut Munira, keputusan itu diambil karena masih banyak calon siswa yang ingin bersekolah di MTsN 2 Kota Palu. Dua ruang kelas yang sebelumnya mengalami kerusakan berat akibat gempa juga kembali dimanfaatkan setelah mendapat dukungan penuh dari komite sekolah.

“Komite membantu perbaikan ruang kelas, termasuk pengadaan meja, kursi, kipas angin dan pembenahan lantai, sehingga dua kelas tersebut bisa digunakan kembali,” katanya.

Setiap rombongan belajar diisi sebanyak 32 siswa. Meski telah menambah jumlah kelas, masih ada sejumlah calon siswa yang belum dapat diterima karena keterbatasan daya tampung.

Munira menegaskan, selama proses penerimaan peserta didik baru, pihak madrasah tidak memungut biaya pendaftaran sepeser pun. Orang tua hanya dibebankan biaya pengadaan seragam sebesar Rp2,5 juta yang mencakup tujuh jenis pakaian lengkap.

“Biaya itu sudah termasuk seragam putih biru lengkap dengan jilbab, seragam pramuka, batik, rompi, almamater, pakaian muslim dan pakaian olahraga. Kalau dibeli sendiri di luar, harganya bisa lebih mahal,” jelasnya.

Ia menambahkan, biaya tersebut tetap dipertahankan seperti tahun sebelumnya meskipun harga bahan pakaian mengalami kenaikan. Hal itu dilakukan sebagai bentuk kepedulian terhadap masyarakat dan untuk meringankan beban orang tua siswa.

“Kami meminta kepada pihak penyedia agar tidak menaikkan harga, karena banyak anak yang sangat ingin bersekolah di sini. Alhamdulillah tahun ini tetap Rp2,5 juta, kemudian juga pasti ada kebijakan terkait pembayarannya bisa di cicil,” katanya.

Munira berharap para orang tua tidak hanya menyerahkan sepenuhnya pendidikan anak kepada sekolah, tetapi juga ikut terlibat aktif mendampingi dan membangun komunikasi dengan pihak madrasah.

“Pendidikan bukan hanya tanggung jawab madrasah, tetapi juga tanggung jawab orang tua. Harus ada kerja sama yang baik agar pendidikan anak bisa berjalan maksimal,” ujarnya.

Ia juga mengapresiasi peran komite sekolah yang selama ini terus mendukung pengembangan MTsN 2 Kota Palu. Sejak dirinya memimpin pada 2022, berbagai pembenahan terus dilakukan sehingga madrasah semakin berkembang dan mendapat kepercayaan besar dari masyarakat.

“Alhamdulillah, madrasah kami terus berkembang dan semakin dipercaya masyarakat dari tahun ke tahun,” pungkasnya. (**)