Perkuat Perlindungan Kelompok Rentan, Pemkab Sigi dan Sikola Mombine Gelar Konsultasi Publik Raperbup Sigi Masagena

Yayasan Sikola Mombine
Konsultasi Publik Rancangan Peraturan Bupati Tentang Peraturan Pelaksanaan Perda Nomor 1 Tahun 2024 Tentang Sigi Masagena. FOTO: ISTIMEWA

ELSINDO, SIGI- Dalam upaya memperkuat perlindungan dan pelayanan bagi kelompok rentan, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sigi bersama Yayasan Sikola Mombine menggelar Konsultasi Publik Rancangan Peraturan Bupati (Raperbup) tentang Peraturan Pelaksanaan Perda Nomor 1 Tahun 2024 tentang Sigi Masagena, di Aula Kantor Bupati Sigi, Kamis, 8 Mei 2025.

Kegiatan ini dibuka secara resmi oleh Bupati Sigi, Mohamad Rizal Intjenae, dan dihadiri sejumlah pimpinan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait, para camat, kepala desa, anggota DPRD Sigi, aktivis perempuan, hingga pendamping pemberdayaan masyarakat.

Direktur Eksekutif Yayasan Sikola Mombine, Nur Safitri Lasibani, menjelaskan bahwa konsultasi publik ini menjadi bagian dari rangkaian penjaringan masukan dan isu-isu penting untuk memperkaya muatan Raperbup Sigi Masagena.

“Fokus utama dari konsultasi ini adalah penguatan kebijakan dalam menjawab kebutuhan kelompok rentan seperti penyandang disabilitas dan penyintas kekerasan berbasis gender dan seksual,” ujarnya.

Kata dia, banyak hal yang belum terakomodasi dalam Perda, terutama terkait akses layanan dasar bagi kelompok rentan. Misalnya, penyandang disabilitas yang masih kesulitan mendapatkan akses terhadap layanan kesehatan, pendidikan, dan perlindungan sosial.

“Begitu juga dengan penyintas kekerasan seksual yang seringkali kesulitan mendapatkan layanan visum karena faktor pembiayaan. Harapannya, melalui program Sigi Masagena, kebutuhan mereka dapat diakomodir secara konkret,” ujar Nur Safitri.

Ia juga menyampaikan apresiasinya terhadap Pemkab Sigi yang dinilai memiliki komitmen nyata untuk mewujudkan kabupaten yang inklusif. Salah satunya ditunjukkan dengan infrastruktur Kantor Bupati Sigi yang sudah mulai ramah terhadap penyandang disabilitas.

Sementara itu, Bupati Sigi Mohamad Rizal Intjenae menekankan pentingnya kolaborasi lintas sektor dalam mengimplementasikan Perda Sigi Masagena agar betul-betul menyentuh kelompok masyarakat yang selama ini terpinggirkan dari layanan dasar.

“Kami berharap sinergi antara Pemkab Sigi dan Yayasan Sikola Mombine terus diperkuat agar program ini tepat sasaran dan dapat meningkatkan kualitas hidup seluruh warga, terutama kelompok rentan,” tegas Bupati.

Pada kegiatan itu juga penyandang disabilitas mempraktikkan prosedur evakuasi saat terjadi gempa. Simulasi ini menyoroti pentingnya aksesibilitas dan kesiapsiagaan bagi kelompok rentan dalam situasi darurat.

Melalui kegiatan ini, berbagai masukan strategis dari peserta turut mewarnai proses penyempurnaan Raperbup Sigi Masagena, demi terwujudnya Sigi yang lebih inklusif, adil, dan berpihak pada semua lapisan masyarakat.(**)