Posalia Sulteng Digifest 2026 Jadi Momen Pertumbuhan Ekonomi

Rangkaian kegiatan Posalia Sulteng Digifest 2026, ditandai dengan pemukulan alat musik tradisional Kakula. FOTO : Fikri.

ELSINDO, PALU – Event Posalia Sulteng Digifest 2026 yang dilaksanakan di Palu Grand Mall, mulai 11–17 Agustus 2026 menjadi momen penting untuk menggerakkan pertumbuhan ekonomi lokal.

Deputi Gubernur Bank Indonesia, Aida S. Budiman mengaku bahwa lewat pameran produk UMKM dan digitalisasi transaksi non tunai mampu mendorong pelaku usaha dalam memperluas jangkauan pasar.

“Diproyeksikan menjadi motor penggerak utama pertumbuhan ekonomi daerah melalui integrasi ekonomi kreatif, digitalisasi, dan penguatan UMKM,” ujar Deputi Gubernur Bank Indonesia, Aida S. Budiman.

Menurutnya, ajang festival terbesar di Sulawesi Tengah ini diinisiasi untuk bisa mempercepat perluasan ekosistem digital sekaligus membuka akses pasar yang lebih luas bagi pelaku usaha lokal di Sulteng.

“Ini adalah upaya untuk meningkatkan ekonomi lokal, bukan hanya itu tetapi bagaimana menjaga daya tahan perekonomian. Karena tidak selalu sektor pertambangan menjadi corong pertumbuhan ekonomi,” katanya.

Ia mengaku, dinamika perekonomian global yang terus berubah membuat penguatan ekonomi domestik menjadi semakin penting. Kata dia, kondisi ekonomi domestik yang masih terjaga perlu dioptimalkan sebagai modal untuk menjaga pertumbuhan daerah.

“Jadi, kita harus betul-betul menggunakan dan mengoptimalkan pertumbuhan tersebut. Sulawesi Tengah memiliki modal yang baik dalam menjaga stabilitas ekonomi, termasuk pengendalian inflasi,” ungkapnya.

Sementara capaian tersebut diharapkan menjadi dasar untuk memperkuat pertumbuhan ekonomi yang lebih berkelanjutan dan berdaya tahan. Dalam konteks ini , UMKM menjadi salah satu sektor yang mendapat perhatian utama Bank Indonesia.

“UMKM berkontribusi sekitar 60 persen terhadap produk domestik bruto (PDB) nasional dan menyerap lebih dari 90 persen tenaga kerja. Di Sulawesi Tengah, Bank Indonesia telah mendampingi lebih dari 150 UMKM melalui berbagai program pengembangan kapasitas,” sebutnya.

Aida juga menegaskan komitmen Bank Indonesia dalam memperluas digitalisasi sistem pembayaran sebagai bagian dari pengembangan UMKM. Salah satunya melalui perluasan penggunaan QRIS, termasuk QRIS Tap yang memungkinkan masyarakat melakukan pembayaran secara lebih mudah dengan teknologi nirsentuh.

“Peluncuran Mal Siap QRIS Tap dan Samsat Siap QRIS Tap dalam kegiatan ini menjadi bagian dari upaya memperluas ekosistem pembayaran digital di Sulawesi Tengah. Bank Indonesia juga terus mendorong kegiatan promosi UMKM melalui berbagai agenda nasional, termasuk Karya Kreatif Indonesia (KKI) dan Pekan QRIS Nasional,” terangnya.

Aida berharap pengembangan UMKM di Sulawesi Tengah terus dilakukan melalui kolaborasi antara pemerintah daerah, Bank Indonesia, perbankan, pelaku usaha, dan masyarakat. Menurutnya, kemajuan Sulawesi Tengah tidak dapat dipisahkan dari kemajuan UMKM.

“Karena itu, transformasi digital harus dimanfaatkan untuk memperkuat daya saing pelaku usaha sekaligus menciptakan pertumbuhan ekonomi yang inklusif,” pungkasnya. (FA)