ELSINDO, PALU — Kepala Kantor Wilayah (Kakanwil) Kementerian Agama (Kemenag) Sulawesi Tengah, Junaidin, meminta enam pejabat administrator yang baru dilantik segera bergerak dan membuktikan bahwa jabatan yang diemban mampu melahirkan karya serta memberi dampak nyata bagi masyarakat.

Pesan tersebut disampaikan Junaidin usai melantik enam pejabat administrator di lingkungan Kanwil Kemenag Sulteng di Aula Kanwil Kemenag Sulteng, Rabu (12/8/2026).
“Jangan hanya menduduki jabatan, isi jabatan dengan karya. Jangan hanya menjalankan tugas, tapi hadirkan dampak. Jangan hanya bekerja untuk organisasi, tapi bangun organisasi yang memberi manfaat bagi masyarakat,” tegas Junaidin.
Menurutnya, pelantikan bukan sekadar agenda seremonial, melainkan momentum dimulainya pertanggungjawaban atas amanah yang diberikan. Sumpah jabatan, kata dia, bukan hanya mengangkat tangan, tetapi juga mengangkat amanah dan tanggung jawab yang kelak dipertanggungjawabkan kepada organisasi, masyarakat, dan Allah SWT, Tuhan Yang Maha Esa.
Karena itu, Junaidin meminta para pejabat baru tidak menunggu waktu untuk mulai bekerja. Setibanya di tempat tugas masing-masing, mereka diminta segera memeriksa program kerja, target, serta berbagai pekerjaan yang masih tertunda, terbengkalai, terlewat, maupun belum dikerjakan.
Ia bahkan mendorong para pejabat melakukan “audit sederhana” terhadap diri sendiri dan unit kerja masing-masing. Evaluasi itu mencakup pekerjaan yang sudah selesai, belum selesai, berjalan baik, belum maksimal, hingga pekerjaan yang selama ini luput dari perhatian.
“Jika ada yang kurang, diperbaiki. Jika ada yang lemah, diperkuat. Jika ada yang lambat, dipercepat. Jika ada yang tidak efektif, diubah. Jika ada yang menjadi tanggung jawab kita, jangan diwariskan kepada pejabat berikutnya. Selesaikan itu,” ujarnya.
Dorong Birokrasi yang Adaptif dan Multitalenta
Junaidin menilai tantangan birokrasi Kemenag semakin kompleks. Aparatur tidak cukup hanya bekerja secara administratif, tetapi harus mampu menjawab kebutuhan masyarakat secara profesional, adaptif, dan berintegritas.
Karena itu, pengembangan aparatur ke depan tidak boleh terpaku pada satu kemampuan atau bidang keahlian. Setiap aparatur perlu memiliki kemampuan yang beragam agar potensi dan kapasitasnya dapat memberikan kontribusi terbaik bagi organisasi.
“Pejabat di lingkungan Kemenag harus perfect, dalam artian memiliki kemampuan melihat sesuatu dan melakukan secara sempurna, meski kita bukan malaikat. Perfeksionis di organisasi, terlebih di tengah masyarakat. Harus tampil total,” katanya.
Ia juga mengingatkan pentingnya loyalitas kepada organisasi. Namun, loyalitas bukan berarti menutup ruang kritik. Sebaliknya, loyalitas harus diwujudkan dengan keberanian menyampaikan masukan dan mengajak organisasi bergerak menuju arah yang lebih baik.
“Mari jaga betul marwah Kemenag, satu barisan tegak lurus dari pusat ke daerah hingga satker terbawah, membawa Kemenag semakin baik dan berdampak di tengah masyarakat,” tuturnya.
Kemenag Harus Hadir dan Berdampak
Junaidin mengatakan arah tersebut sejalan dengan salah satu Asta Protas, yakni Kemenag Berdampak. Menurutnya, dampak kehadiran Kemenag harus dapat dirasakan secara nyata oleh umat dan masyarakat, madrasah, KUA, peserta didik, kehidupan keagamaan, kerukunan umat beragama, hingga pembangunan manusia di Sulawesi Tengah.
“Kalau mencari nyaman saja, pasti kita akan sibuk mempertahankan posisi. Tetapi kalau mencari keberkahan dalam pengabdian, kita akan sibuk mencari cara agar organisasi menjadi lebih baik,” ungkapnya.
Ia berharap para pejabat baru dapat menjadi pemimpin yang hadir dan bekerja langsung, bukan sekadar pemimpin yang hanya melihat dari jauh. Seluruh keluarga besar Kemenag Sulteng juga diminta aktif dalam berbagai kegiatan konstruktif serta melibatkan seluruh unsur tanpa tebang pilih.
Kolaborasi, lanjutnya, menjadi kunci dalam menghadapi kompleksitas tugas. Ia mengingatkan kembali pesan Menteri Agama bahwa aparatur bukanlah “superman” yang bekerja sendirian, melainkan bagian dari super team yang membutuhkan kekuatan bersama.
Junaidin juga meminta Dharma Wanita Persatuan (DWP) terus dilibatkan sebagai bagian dari dukungan dan penguatan terhadap pelaksanaan tugas Kemenag.
“Kita boleh beda posisi, tetapi tidak boleh beda arah. Boleh beda tugas, tapi harus satu tujuan. Karenanya, mari bersama menatap masa depan Kemenag yang semakin maju dan berdampak, semakin profesional, berintegritas, dan dipercaya,” katanya.
Enam Pejabat Resmi Dilantik
Dalam pelantikan tersebut, Kepala Bagian Tata Usaha Kanwil Kemenag Sulteng, Moh. Taslim, dan Kepala Bidang Pendidikan Madrasah (Penmad) Kanwil Kemenag Sulteng, Muh. Syamsu Nursi, bertindak sebagai saksi.
Enam pejabat administrator yang dilantik yakni:
- Nurkhairi, Kepala Bidang Bimas Islam pada Kanwil Kemenag Sulteng.
- Ihsan, Kepala Bidang Pendidikan Agama dan Pendidikan Keagamaan Islam pada Kanwil Kemenag Sulteng.
- Zulfan Kadim, Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Banggai Laut.
- Abd Hamid M Tiah, Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Banggai Kepulauan.
- Jumade, Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Tolitoli.
- Taufik Abd Aziz, Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Buol.
Menutup arahannya, Junaidin menyampaikan selamat kepada seluruh pejabat yang dilantik sekaligus berpesan agar amanah tersebut dijalankan dengan keteladanan.
“Selamat menjalankan amanah bagi pejabat yang dilantik. Bekerja dengan hati, bergerak dengan integritas, pimpinlah dengan keteladanan, tinggalkan jejak yang baik,” pungkasnya. (**)














