Berita  

Bunda Wiwik Dorong Mahasiswa Jadi Garda Terdepan Edukasi HIV/AIDS di Sulawesi Tengah

ELSINDO, PALU – Ketua Fraksi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) DPRD Provinsi Sulawesi Tengah, Hj. Wiwik Jumatul Rofi’ah, S.Ag., M.H., mendorong gerakan mahasiswa untuk mengambil peran lebih besar dalam upaya pencegahan HIV/AIDS melalui pembentukan kader edukator sebaya.

Menurut Wiwik, pendekatan edukasi antarteman sebaya menjadi salah satu strategi efektif untuk menjangkau kalangan remaja. Selain membangun keterbukaan, pendekatan tersebut juga dinilai mampu meningkatkan kesadaran generasi muda terhadap perilaku berisiko melalui penyampaian informasi kesehatan yang tepat dan bertanggung jawab.

Dorongan tersebut disampaikan Bunda Wiwik, sapaan akrabnya, saat menerima kunjungan mahasiswa yang tergabung dalam Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Mahasiswa Anti Narkoba dan Peduli AIDS (MANPA) Universitas Islam Negeri (UIN) Datokarama Palu, dalam rangka memanfaatkan program Hari Aspirasi Fraksi PKS DPRD Sulawesi Tengah.

Dalam pertemuan itu, Bunda Wiwik berharap kepedulian mahasiswa terhadap isu HIV/AIDS tidak hanya muncul pada momentum peringatan Hari AIDS Sedunia, tetapi dapat berkembang menjadi gerakan berkelanjutan dengan program kerja yang jelas dan terukur.

“Saya tuh inginkan adanya penguatan jaringan mahasiswa peduli HIV/AIDS lintas kampus, peningkatan kegiatan penyuluhan di sekolah, serta kerja sama dengan fasilitas kesehatan dan lembaga terkait,” katanya.

Ia juga menekankan pentingnya memperkuat sinergi antara pemerintah daerah dan perguruan tinggi dalam menyediakan akses informasi, konseling, deteksi dini secara sukarela dan rahasia, serta layanan kesehatan yang ramah bagi generasi muda.

Sebagai anggota DPRD Sulawesi Tengah, Bunda Wiwik menilai aspirasi mahasiswa juga dapat menjadi bahan masukan dalam menjalankan fungsi pengawasan terhadap kebijakan dan program pemerintah daerah, khususnya di bidang kesehatan.

Terlebih, Sulawesi Tengah telah memiliki Peraturan Daerah Nomor 3 Tahun 2013 tentang Pengendalian HIV/AIDS dan Infeksi Menular Seksual. Karena itu, implementasi regulasi tersebut perlu terus mendapat perhatian agar program penanggulangan HIV/AIDS benar-benar berjalan optimal di lapangan.

Ia berharap kebijakan penanggulangan HIV/AIDS semakin mengedepankan upaya promotif dan preventif, tanpa mengabaikan pelayanan, pengobatan, serta pendampingan bagi masyarakat yang membutuhkan.

“Harapan kita, lahir semakin banyak generasi muda yang tidak hanya memiliki pengetahuan, tetapi juga kepedulian dan keberanian untuk mengedukasi masyarakat. Gerakan ini harus terus hidup, bukan hanya ketika memperingati Hari AIDS Sedunia,” tuturnya.

Lebih lanjut, Bunda Wiwik mengatakan program Hari Aspirasi Fraksi PKS harus menjadi ruang terbuka bagi mahasiswa, organisasi kepemudaan, dan berbagai elemen masyarakat untuk menyampaikan gagasan, persoalan, maupun usulan yang berkaitan dengan kepentingan publik.

Menurutnya, partisipasi aktif masyarakat, khususnya kalangan mahasiswa, merupakan bagian penting dalam memperkuat komunikasi antara lembaga legislatif dan masyarakat. Dengan demikian, kebijakan yang dihasilkan diharapkan semakin responsif terhadap kebutuhan warga.

“Fraksi PKS membuka ruang bagi mahasiswa untuk menyampaikan aspirasi dan gagasan. Kita berharap pertemuan seperti ini dapat melahirkan kerja sama yang bermanfaat dan memberikan dampak nyata bagi masyarakat Sulawesi Tengah,” pungkasnya.

Sementara itu, Ketua UKM Mahasiswa Anti Narkoba dan Peduli AIDS (MANPA) UIN Datokarama Palu, Muh Taufik, menyatakan kesiapan organisasinya untuk bersinergi membangun gerakan bersama dalam meningkatkan kepedulian dan edukasi masyarakat terkait HIV/AIDS.

“Dengan begitu, gerakan kebaikan ini akan semakin besar dan semakin banyak orang yang bisa kita ajak ke jalan kebaikan,” tandasnya. (**)