Berita  

Terima Aspirasi Mahasiswa, Bunda Wiwik Ajak Generasi Muda Aktif Cegah HIV/AIDS

ELSINDO, PALU – Ketua Fraksi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) DPRD Provinsi Sulawesi Tengah, Hj. Wiwik Jumatul Rofi’ah, S.Ag., M.H., mengajak kalangan mahasiswa dan generasi muda mengambil peran lebih aktif dalam upaya pencegahan dan penanggulangan HIV/AIDS, khususnya melalui edukasi, kampanye kesehatan, serta penguatan kepedulian sosial di tengah masyarakat.

Ajakan tersebut disampaikan Bunda Wiwik, sapaan akrabnya, saat menerima kunjungan mahasiswa yang tergabung dalam Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Mahasiswa Anti Narkoba dan Peduli AIDS (MANPA) Universitas Islam Negeri (UIN) Datokarama Palu, dalam rangka memanfaatkan program Hari Aspirasi Fraksi PKS DPRD Sulawesi Tengah.

Dalam pertemuan itu, para mahasiswa menyampaikan sejumlah aspirasi sekaligus memaparkan rencana kegiatan memperingati Hari AIDS Sedunia yang jatuh setiap 1 Desember.

Bunda Wiwik yang juga menjabat Sekretaris Komisi IV DPRD Sulteng menilai keterlibatan mahasiswa dalam mengampanyekan pencegahan HIV/AIDS merupakan langkah penting, terutama di tengah kekhawatiran terhadap meningkatnya kasus HIV/AIDS yang membutuhkan perhatian serius berbagai pihak.

Menurutnya, persoalan HIV/AIDS tidak cukup ditangani oleh pemerintah dan tenaga kesehatan semata, tetapi membutuhkan keterlibatan keluarga, lembaga pendidikan, organisasi kemasyarakatan, tokoh agama, dan terutama generasi muda.

“Pencegahan HIV/AIDS harus menjadi gerakan bersama. Mahasiswa jangan hanya menjadi penonton, tetapi harus hadir sebagai bagian dari solusi melalui edukasi, penyebaran informasi yang benar, dan kegiatan nyata di tengah masyarakat,” ujar Bunda Wiwik.

Ia mengingatkan bahwa generasi muda memiliki posisi strategis dalam membangun kesadaran masyarakat karena relatif dekat dengan lingkungan pergaulan remaja, termasuk kelompok yang membutuhkan informasi dan pendampingan terkait kesehatan reproduksi, HIV/AIDS, serta bahaya penyalahgunaan narkoba.

Siap Fasilitasi FGD Lintas Kampus
Sebagai tindak lanjut dari pertemuan tersebut, Bunda Wiwik menyatakan kesiapan memfasilitasi pelaksanaan Focus Group Discussion (FGD) dengan melibatkan aktivis mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi di Sulawesi Tengah.

FGD tersebut direncanakan dapat dilaksanakan di ruang Fraksi PKS DPRD Sulteng sebagai wadah bertukar gagasan, mengidentifikasi persoalan, sekaligus merumuskan langkah bersama dalam memperkuat upaya pencegahan HIV/AIDS.

Bunda Wiwik berharap forum diskusi itu tidak hanya menjadi kegiatan seremonial, tetapi mampu menghasilkan rekomendasi konkret yang dapat ditindaklanjuti oleh mahasiswa, perguruan tinggi, pemerintah daerah, dan pemangku kepentingan terkait.

“Saya siap memfasilitasi teman-teman mahasiswa untuk melaksanakan FGD di ruang Fraksi PKS. Libatkan juga aktivis mahasiswa dari kampus-kampus lain agar semakin banyak anak muda yang memiliki kepedulian dan bergerak bersama dalam menangkal penyebaran HIV/AIDS,” katanya.

Menurutnya, gerakan pencegahan perlu dikembangkan secara berkelanjutan, mulai dari lingkungan kampus, sekolah, komunitas kepemudaan, hingga masyarakat umum.

Ia juga mendorong mahasiswa membangun kolaborasi dengan Dinas Kesehatan, Badan Narkotika Nasional (BNN), lembaga pendidikan, dan organisasi masyarakat yang bergerak dalam bidang kesehatan dan pendampingan sosial.

Mahasiswa Siapkan Pelatihan Aktivis Peduli HIV/AIDS
Ketua MANPA UIN Datokarama Palu, Moh Taufik, mengungkapkan rencana kegiatan Peringatan Hari AIDS Sedunia pada 14–15 November 2026 dengan mengusung tema “Muda Peduli, Muda Mengedukasi: Pelatihan Aktivis Peduli HIV/AIDS dan Narkoba”.

“Kegiatan tersebut dirancang dalam bentuk konvoi kampanye kepedulian HIV/AIDS, seminar edukasi, pelatihan aktivis peduli, aksi simbolik pita merah, serta deklarasi komitmen bersama dalam pencegahan HIV/AIDS dan penyalahgunaan narkoba,”katanya.

Pelatihan direncanakan melibatkan perwakilan Pusat Informasi dan Konseling Remaja (PIK-R) dari delapan sekolah dan madrasah di Kota Palu dan Kabupaten Sigi, dengan jumlah peserta sebanyak 40 pelajar.

“Melalui kegiatan tersebut, para peserta diharapkan memperoleh pengetahuan mengenai pencegahan HIV/AIDS, bahaya narkoba, keterampilan komunikasi, serta kemampuan menjadi edukator sebaya di lingkungan masing-masing,”ungkapnya lagi.

Panitia juga mengharapkan kesediaan Bunda Wiwik menjadi salah satu narasumber pada sesi yang membahas HIV/AIDS, upaya pencegahan, dan penghapusan stigma terhadap orang dengan HIV/AIDS (ODHA).

“Upaya penanggulangan HIV/AIDS harus dibangun melalui pendekatan edukatif, manusiawi, dan tidak diskriminatif. Masyarakat perlu mendapatkan pemahaman yang benar mengenai cara penularan, langkah pencegahan, pentingnya pemeriksaan dini, serta akses terhadap layanan Kesehatan,”katanya lagi.

Bunda Wiwik berharap kampanye yang dilakukan mahasiswa tidak justru melahirkan stigma terhadap orang dengan HIV/AIDS, tetapi sebaliknya dapat menumbuhkan kepedulian, empati, dan kesadaran untuk menjaga kesehatan bersama.

“Jangan sampai orang yang sedang menghadapi persoalan kesehatan justru dijauhi atau mendapatkan perlakuan diskriminatif. Yang dibutuhkan adalah edukasi yang benar, pendampingan, dan akses pelayanan kesehatan yang baik,” ujarnya.(**)