ELSINDO, PALU — Ketua BiPEKA DPW PKS Sulawesi Tengah, Hj. Wiwik Jumatul Rofi’ah, S.Ag., M.H., menegaskan pentingnya menjadikan keluarga sebagai pusat gerakan dalam membangun masyarakat yang kuat dan berdaya.
Bunda Wiwik yang juga Ketua Fraksi PKS DPRD Sulawesi Tengah menyampaikan hal tersebut dalam Silaturahim BiPEKA DPP PKS bersama BiPEKA DPW PKS Sulawesi Tengah.
Menurutnya, penguatan keluarga tidak dapat dilakukan secara parsial. Keluarga harus mendapat perhatian dalam berbagai aspek, mulai dari pendidikan, keimanan, kesehatan, perlindungan, ketahanan sosial hingga ekonomi.
“Kita kembali kepada tujuan besar kita, yaitu Gerakan Pengarusutamaan Keluarga Sulawesi Tengah,” ujarnya.
Ia menegaskan bahwa keluarga merupakan fondasi utama dalam membangun masyarakat. Karena itu, gerakan perempuan dan keluarga harus mampu menjawab persoalan nyata yang dihadapi masyarakat.
Bunda Wiwik juga mengajak seluruh BiPEKA DPD se-Sulawesi Tengah untuk meninggalkan pola kerja yang hanya berorientasi pada program, dan mulai membangun gerakan yang memiliki target serta dampak yang jelas.
“Bukan hanya kami sudah mengikuti kegiatan. Tetapi setelah ini kami akan melakukan apa?” katanya.
Menurutnya, setiap kegiatan harus memiliki tindak lanjut yang jelas, termasuk menentukan sasaran keluarga, jumlah Forum Ayah yang dibentuk, pengembangan PPEK, siapa penggeraknya, kapan dilaksanakan, serta bagaimana hasilnya dilaporkan.
Dengan pola tersebut, kata dia, gerakan BiPEKA dapat menjadi lebih terukur dan berkelanjutan.
Bunda Wiwik juga mengingatkan agar tidak ada BiPEKA DPD yang merasa bekerja sendirian. Ia menekankan pentingnya komunikasi, koordinasi, berbagi pengalaman, dan saling membantu antarwilayah.
“Karena kita bukan kumpulan orang yang bekerja sendiri-sendiri. Kita adalah satu keluarga besar BiPEKA Sulawesi Tengah,” tegasnya.
Ia berharap pertemuan tersebut menjadi titik awal penguatan gerakan keluarga di Sulawesi Tengah.
“Setelah silaturahim ini, mari kita pulang membawa semangat baru. Setelah konsolidasi ini, mari kita bergerak lebih rapi. Setelah monev ini, mari kita bekerja lebih baik,” ujarnya.
Bunda Wiwik menutup pesannya dengan optimisme bahwa penguatan keluarga akan memberikan dampak yang lebih luas bagi masyarakat dan daerah.
“Keluarga yang kuat akan melahirkan masyarakat yang kuat. Masyarakat yang kuat akan melahirkan daerah yang kuat. Dan daerah yang kuat akan ikut menguatkan Indonesia,” pungkasnya. (**)













