banggai
  • dinas pangan

Kadisdikbud Palu Harap Akun Belajar.id Dimanfaatkan Jadi Sarana Edukasi Pembelajaran

Kadisdikbud Palu, Hardi. (FOTO:IST)

ELSINDO PALU- Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Kadisdikbud) Palu, Hardi, S.Pd., M.Pd berharap, agar satuan pendidikan bisa mengaplikasikan akun belajar.id, dengan memanfaatkannya sebagai sarana edukasi pembelajaran kepada peserta didiknya.

Hal tersebut disampaikan pada sesi sambutan webinar dengan mengangkat tema “Mempercepat Transformasi Pendidikan Kota Palu”, dibuka oleh Kadisdikbud Palu, yang disiarkan langsung melalui youtube dan zoom meeting, Kamis, 25 April 2024.

Kata Kadis, satuan pendidikan harus relevan dengan kebutuhan seluruh generasi, dan itu harus dimulai dari kapasitas diri kepala sekolah, tenaga pendidik, dan tenaga kependidikan di satuan pendidikan untuk melakukan perubahan.

Karena itu kapasitas tenaga pengajar atau guru perlu ditingkatkan untuk menjalankan aplikasi akun belajar.id ini dengan baik.

Menurutnya dengan adanya perkembangan zaman saat ini, satuan pendidikan harus siap untuk melakukan perubahan sebagai bentuk transformasi dunia pendidikan. Hal ini demi mewujudkan relevansi pengajarannya kepada peserta didik dari generasi ke generasi.

“Satuan pendidikan merupakan peranan penting dalam meningkatkan infografis pendidikan di Kota Palu. Hal ini diperhatikan dari aspek kapasitas guru dan metode mengajar yang akan mendorong jumlah literasi dan numerasi,” sebut Kadis dalam sesi sambutan Webinar.

Kadis juga menyampaikan, bahwa saat ini ia juga sedang menangani jumlah anak yang putus sekolah. Dalam hal ini Kadis mengajak Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM) untuk membantu menangani permasalahan ini.

Tak hanya itu, Kadis juga menekankan kepada seluruh Kepala Sekolah untuk mengedepankan kompetensi kepribadian dan kompetensi sosial. Ia menyayangkan jika masih ada Kepsek yang kurang komunikatif serta minim tata krama.

“Jika ada permasalahan dari lingkungan sekolah, baiknya bapak ibu memberi teguran dengan santun tanpa harus berteriak di lapangan. Saya dengar kasus Kepsek yang seperti ini masih terjadi, dan ini sangat disayangkan,”sebutnya. (*/del)