• dinas pangan
Kota  

Korem 132/TDL Kerahkan 1.562 Babinsa Bantu Turunkan Stunting di Sulteng

PENGARAHAN- Kasiter Korem 132 Tadulako (TDL) , Kol. Inf. Fifin Zudi, menyampaikan arahan. FOTO: IST

ELSINDO, PALU – Permasalahan stunting membutuhkan perhatian tidak hanya dari salah satu instansi saja namun dari semuanya termasuk TNI. Kepala Staf Toritorial Komando Resor Militer (Kasiter Korem) 132 Tadulako (TDL) , Kol. Inf. Fifin Zudi S, S.Pd, mengatakan bahwa Korem 132/TDL siap dan bekerja keras dalam mewujudkan percepatan penurunan stunting di Sulawesi Tengah (Sulteng).

“Perlu kerja keras dari kita semuanya, seperti yang dikatakan pak deputi dan sambutan gubernur bahwa tidak mungkin masalah stunting hanya dibebankan pada salah satu atau instansi terkait saja tetapi membutuhkan perhatian dari semuanya, termasuk dari kami TNI juga siap mendukung itu. Personil kami siap membantu, baik dalam tahap sosialisasi sampai menjadi bapak asuh anak stunting”, ujarnya saat memaparkan materi dukungan Korem 132/TDL dalam percepatan penurunan stunting pola bapak asuh anak stunting (BAAS) di Sulteng, baru-baru ini.

Fifin mengemukakan bahwa dalam pencegahan stunting pada anak ada 4 hal yang tentara nasional Indonesia (TNI) pedomani yakni, pemberian pola asuh yang tepat, pemberian MPASI yang optimal, pengobatan penyakit yang dapat menyebabkan stunting seperti anemia dan diare, serta memperhatikan sanitasi atau kebersihan lingkungan rumah dan penerapan hidup bersih dan sehat dalam keluarga.

“Berangkat dari sini, kami dari TNI berbuat sesuai arahan dari pimpinan kami melaksanakan sosialisasi tentang apa itu stunting. Waktu saya bertugas di NTT (Nusa Tenggara Timur), disana lebih tinggi lagi angka stuntingnya. Kami masuk di sana karena banyak anak yang kerdil. Kita terenyuh melihatnya. Di NTT secara ekonomi jauh dari Sulteng. Sehingga sangat tinggi stuntingnya”, ungkapnya.

“Kami punya babinsa (bintara pembina desa) sekitar 1.562 orang diperintahkan untuk melaksanakan sosialisasi pencegahan stunting. Kami berikan sedikit arahan dan berbagi ilmu. Walaupun TNI tugasnya perang namun disituasi damai bisa kita fungsikan walaupun bukan tupoksi kami. Dengan keterbatasan kami berdayakan babinsa bersama tim percepatan penurunan stunting, dan juga satgas di lapangan secara bersama sama untuk memberikan penyuluhan. Sosialisasi itu sangat penting. Karena banyak orang awam diantara kita yang belum paham apa itu stunting. Sehingga dengan sosialisasi secara terus menerus, (kontinue). InsyaAllah (stunting) bisa dicegah”, pungkas Fifin. (CHL/*)