banggai
  • dinas pangan

Nurhidayat, Korban Air Terjun Wera Ditemukan di Sungai Palu

Suasana rumah duka almarhum Nurhidayat, yang ditemukan mengapung di Sungai Palu, Rabu, 28 Februari 2024. (FOTO:IST)

ELSINDO, PALU- Salah satu korban yang terseret air sungai di sekitar Air Terjun Wera, ditemukan oleh sejumlah warga mengapung di Sungai Palu, tepatnya di Jalan Sungai Balantak, Kelurahan Nunu, Kecamatan Tatanga, Kota Palu, pada Rabu pagi, 28 Februari 2024.

Dari informasi yang di dapatkan elsindo.id,
mayat tersebut bernama Nurhidayat, yang sempat hilang terseret air sungai di lokasi Air Terjun Wera, sejak Senin, 26 Februari 2024.

Saat ini di rumah Almarhum telah ramai dikunjungi oleh sejumlah keluarganya, dan warga sekitar lokasi rumah duka berada di Jl Basuki Rahmat 1, Kelurahan Tatura, Kecamatan Palu Selatan.

Salah seorang keluarga korban, Ratni menyampaikan, jenazah Almarhum Nurhidayat, sedang berada di RS Bhayangkara Palu.

“Alhamdulillah sudah di dapat mayatnya, saat ini sementara di mandikan di RS Bhayangkara,” kata keluarga korban Ratni.

Almarhum Nurhidayat, merupakan anak dari Maryati atau biasa disapa ibu Nema, Sementara sang ayah bernama Muhammad Tahir.

Nurhidayat merupakan siswa Madrasah Aliyah Negeri (MAN) 2 Palu, yang duduk di kelas XII.

Almarhum Nurhidayat merupakan anak pertama dari dua bersaudara, adiknya perempuannya bernama Fitra.

Dengan ditemukanya satu korban yang sempat hilang selama dua hari, akibat terseret air sungai di Air Terjun Wera, maka satu lagi yang masih dalam pencarian bernama Muhajirin (laki-laki 19 tahun) alamat Jalan Setia Budi Palu.

Sebelumnya, satu korban ditemukan dalam keadaan meninggal. Sementara dua korban lainnya masih dalam pencarian.

Update dari tim Basarnas di lapangan, satu korban atas nama Manadia (perempuan 17 tahun) sudah ditemukan dalam keadaan MD (meninggal dunia).

Selain itu, berdasarkan laporan yang didapatkan, kronologi kejadian berawal saat 13 remaja sedang mandi di Air Terjun Wera. Saat itu debit air mulai meningkat akibat curah hujan deras di pegunungan.

Ketiga korban dan 10 rekannya berusaha menyelamatkan diri. Namun ketiga korban terseret arus, sementara 10 temannya berhasil menyelamatkan diri dari terjangan air.

Hingga laporan didapatkan oleh Tim SAR, rekan korban bersama masyarakat setempat masih melakukan pencarian, namun dua korban belum juga ditemukan.

Adapun identitas korban yang masih dalam pencarian masing-masing yakni, Muhajirin (laki-laki 19 tahun) alamat Jalan Setia Budi Palu dan Nurhidayat (laki-laki 17 tahun) alamat Jalan Basuki Rahmat Palu.

Sementara korban meninggal Ma’nadila (Perempuan 17 tahun) alamat Desa Boyabaliase, Kecamatan Marawola, Kabupaten Sigi.

Rekan korban yang selamat sebagai;

1. Muh Faturahman (laki-laki 19 tahun) alamat Jalan Cempedak Palu.
2. Fahriansyah (18 tahun), Jalan Garuda 1.
3. Moh Abdhiawan (18 tahun) Jalan Nunumbuka Poboya.
4. Ahmad Atsaal (18), Desa Tinggede.
5. Jovan (18), Jalan Tanjung Pangimpuan Palu.
6. Wadi (19), Kawatuna Palu.
7. Nur Cahyani (17) , Jalan Pue Salangga
8. Ermafisa Nofrianti (17) Jalan Pue salangga.
9. Jihan Asifa (18), Perumahan GRP Tinggede.
10. Selviana (17), Jalan Pue Salangga. (del)