Polres Morowali Utara Siapkan 221 Personel Amankan Mudik Lebaran 2026

Polres Morowali Utara menggelar rapat koordinasi (rakor) lintas sektoral dalam rangka persiapan Operasi Ketupat Tinombala 2026 untuk pengamanan arus mudik dan balik Lebaran. FOTO: ISTIMEWA

ELSINDO, MORUTPolres Morowali Utara menggelar rapat koordinasi (rakor) lintas sektoral dalam rangka persiapan Operasi Ketupat Tinombala 2026 untuk pengamanan arus mudik dan balik Lebaran. Kegiatan tersebut berlangsung pada Rabu (11/3/2026).

Kapolres Morowali Utara, AKBP Reza Khomeini, S.I.K., mengatakan sebanyak 221 personel gabungan akan diterjunkan untuk mengamankan arus mudik di wilayah Kabupaten Morowali Utara.

Menurutnya, rakor ini bertujuan memastikan kesiapan personel serta sarana dan prasarana, sekaligus menyatukan langkah antarinstansi agar pelaksanaan pengamanan mudik berjalan optimal.

“Rakor ini juga untuk memperkuat kolaborasi antarinstansi agar tidak terjadi tumpang tindih peran serta menghindari ego sektoral dalam pelaksanaan pengamanan,” ujar Kapolres.

Untuk mendukung pelayanan kepada masyarakat, Polres Morowali Utara menyiapkan enam pos pengamanan yang terdiri dari dua pos terpadu, satu pos pengamanan, dan tiga pos pelayanan.

Dua pos terpadu masing-masing berada di Kolonodale, tepatnya di samping PO Adhi Putra depan rumah jabatan Bupati, serta di Desa Beteleme di samping Pos Damkar. Sementara pos pengamanan berada di Desa Tompira, Kecamatan Petasia Timur.

Adapun tiga pos pelayanan ditempatkan di Lembontonara Kecamatan Mori Utara, Pelabuhan Ferry Kolonodale Kecamatan Petasia, dan Pelabuhan Siliti Kecamatan Bungku Utara.

Pada kesempatan yang sama, Bupati Morowali Utara, Dr. dr. Delis Julkarson Hehi, MARS, menyatakan pemerintah daerah mendukung penuh upaya TNI-Polri dalam menjaga situasi keamanan dan ketertiban masyarakat selama perayaan Idul Fitri 2026.

Ia juga meminta instansi terkait mengantisipasi potensi kenaikan harga kebutuhan pokok menjelang Lebaran. Pemerintah daerah, lanjutnya, akan memberlakukan kebijakan Work From Anywhere (WFA) guna mengurangi kepadatan arus mudik.

Selain itu, Bupati menginstruksikan Dinas Perhubungan dan ASDP memastikan kelayakan transportasi bagi masyarakat yang akan mudik. Dinas Kesehatan, BPBD, serta instansi terkait lainnya juga diminta siaga mengantisipasi potensi bencana seperti banjir dan longsor.

Dalam rakor tersebut, sejumlah instansi juga memaparkan kesiapan masing-masing. BPJN dan Dinas PUPR memastikan sejumlah ruas jalan yang akan dilalui pemudik telah diperbaiki. Pertamina menjamin ketersediaan pasokan BBM selama arus mudik dan balik.

Sementara itu, Dinas Koperindag menyebutkan ketersediaan bahan pokok masih mencukupi dan harga relatif stabil, ditambah pelaksanaan pasar murah di 10 titik.

Untuk transportasi laut, ASDP menyiapkan dua trip pelayaran pada empat hari sebelum dan empat hari setelah Lebaran, meski kapal tidak beroperasi pada 20–21 Maret. KPLP juga memastikan pengawasan kelayakan kapal yang akan beroperasi pada rute Kolonodale–Siliti.

BPBD turut menyiagakan alat berat berupa satu unit ekskavator serta kendaraan reaksi cepat guna mengantisipasi kemungkinan bencana selama arus mudik.

Kapolres berharap seluruh persiapan tersebut dapat memberikan rasa aman dan nyaman bagi masyarakat yang melakukan perjalanan mudik.

“Kami berharap masyarakat dapat mudik dengan aman dan selamat hingga sampai ke tujuan serta berkumpul bersama keluarga,”pungkasnya.(**)